Dua orang pengendara sepeda motor tercebur ke dalam proyek saluran air di Jalan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plasa Marina, Surabaya, Jumat (12/6) malam. Perempuan lanjut usia (lansia) bernama Laila Endriati meninggal dunia, sementara suaminya bernama Edi Parlin selamat.
Belakangan diketahui, Laila Endriati ternyata masih kerabat dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Secara khusus pada Sabtu malam, Eri juga mengunjungi rumah duka di kawasan Kawatan Gang VII Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mewanti-wanti kontraktor, pimpinan proyek (pimpro), dan kepala dinas terkait harus memastikan keamanan proyek. Ia tak segan mencopot kepala dinas jika ada kelalaian dalam memastikan keamanan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh proyek di Surabaya terkait dengan keamanannya harus sesuai dengan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS)-nya dan sesuai dengan penawarannya. Kalau sampai nggak dilakukan berarti dinasnya tidak tepat, saya copot kepala dinasnya. Saya akan lihat RKS-nya, berarti pimpinan proyeknya yang salah atau kepala dinasnya yang salah," kata Eri usai mengunjungi rumah duka, Sabtu (13/6/2026) malam.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini kembali menegaskan, dirinya memberi sanksi bukan karena korban merupakan keluarganya. Melainkan agar tidak ada warga yang menjadi korban kelalaian proyek Pemkot Surabaya.
"Kenapa saya kasih sanksi? Bukan karena ini kakak saya, sanksi ini saya berikan agar Pemkot Surabaya yang mengurusi proyek agar menyelamatkan warga Kota Surabaya. Pembangunan boleh dijalankan tapi tidak boleh muncul korban akibat pembangunan dari Kota Surabaya. Proyek ini buat menyelesaikan masalah banjir, tapi nggak boleh ada korbannya," tegasnya.
"Kita harus ubah cara pengerjaannya yang baik, karena kemarin saya masih cuti nggak bisa memberi sanksi. Hari ini tak kasih sanksi," tambahnya.
Eri lantas menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Kasus ini menjadi pembelajaran bagi Pemkot Surabaya.
"Saya juga mohon maaf ke keluarga ke Cak Sera (kakak korban) atas nama Pemkot Surabaya, dan suaminya (Edi Parlin) saya minta maaf. Semoga ini jadi pembelajaran buat kami dari Pemkot Surabaya agar tidak terulang lagi," jelasnya.
Eri juga meminta warga Surabaya aktif melapor ke dirinya apabila menemukan proyek yang mengganggu keamanan warga.
"Saya maturnuwun (terima kasih) ke warga Surabaya karena ada hal seperti ini, saya minta tolong kalau ada proyek yang tidak ada penandanya agar tidak terulang lagi tolong sampaikan ke hotline saya. Jadi aku bisa sanksi pimpinan proyeknya atau kepala dinasnya sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan dan bisa kita antisipasi," tandasnya.
(faa/hil)
