Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkunjung ke rumah duka Laila Endriati. Laila merupakan korban meninggal dunia akibat tercebur di proyek gorong-gorong Margorejo pada Jumat (12/6) malam.
Eri menyebut almarhum Laila merupakan saudaranya dan sejak kecil sering mengasuh dirinya di Jalan Kawatan VII Surabaya.
"Saya tadi pagi menyampaikan ke saudara saya, tolong sampaikan ke keluarga duka, aku nggak datang pagi tadi. Karena Cak Sera (kakak Laila Endriati) ini masih keluarga saya. Saya ikut tahlilannya, saya bilang sama Cak Sera, karena saya dulu lahir di Kawatan sini. Yang mengasuh saya ini ya Mbak Endri (Laila Endriati) sama Cak Sera ini, Cak Sera ini adiknya Mbak Endri," kata Eri di rumah duka di Jalan Kawatan VII Surabaya, Sabtu (13/6/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan kampung ini adalah kampung yang kekeluargaannya luar biasa. Saya biasanya kalau salat di langgar ini gang VII, rumahku di gang VIII. Jadi saya asli Kawatan, bagaimanapun ini yang meninggal keluargaku," tambahnya.
Eri lantas sempat berbincang dengan suami almarhum Laila Endriati yakni Edi Parlin. Edi Parlin diketahui sosok yang membonceng Laila di lokasi dan ikut masuk ke dalam gorong. Ternyata, ada barrier yang tidak terpasang di lokasi proyek gorong-gorong.
"Maka itu saya ke sini, saya sampaikan ke suaminya kejadiannya seperti apa, ternyata lobang itu sudah ada barriernya tapi barriernya tidak rapat. Jadi barrier itu rapatnya harus dikasih empat, tapi dikasih tiga sehingga ada tengah-tengahnya (celah). Lah beliau (suami korban) ini ketika pulang malam masuk di tengah-tengah barrier ini tadi, jadi ada barrier agak bolong, yang bolong dilewati sepeda motor," jelas Eri.
Atas nama Pemkot Surabaya, Eri memohon maaf ke pihak keluarga dan berjanji akan mengevaluasi keamanan proyek di Surabaya.
"Atas nama Pemkot Surabaya kami minta maaf, semoga ini jadi pembelajaran buat kami dari Pemkot Surabaya agar tidak terulang lagi. Saya matur nuwun ke warga Surabaya karena ada hal seperti ini, saya minta tolong kalau ada proyek yang tidak ada penandanya agar tidak terulang lagi tolong sampaikan ke hotline saya. Jadi aku bisa kasih sanksi pimpinan proyek (pimpro), kepala dinasnya, dan bisa kita antisipasi sebelum kejadian," tandasnya.
Diketahui, dua orang pengendara sepeda motor tercebur ke dalam proyek saluran air di Jalan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plasa Marina, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan lainnya tak sadarkan diri.
Petugas dinas terkait menerima laporan insiden tersebut dari seorang warga bernama Tika pada Jumat (12/6), pukul 19.55 WIB. Petugas damkar Kota Surabaya diberangkatkan ke tempat kejadian perkara (TKP).
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan pihaknya menerima laporan tersebut pada sekitar pukul 19.55 WIB. Petugas di lapangan langsung bergerak cepat melakukan penanganan mengingat kondisi salah satu korban yang kritis.
"Benar, petugas kami dari Poskotis Joyoboyo menerima laporan pukul 19.55 WIB dan langsung melakukan koordinasi serta evakuasi di lokasi. Proses evakuasi terhadap dua korban beserta satu unit sepeda motor jenis Supra X 125 dengan nopol L 5478 AAE berhasil diselesaikan pada pukul 20.48 WIB," ujar M Rokhim dalam keterangannya, Jumat (12/6) malam.
Korban pertama diidentifikasi sebagai seorang pria berinisial EP (65) yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sementara korban kedua adalah seorang wanita berinisial LE (69) yang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Kedua korban dan kendaraan berhasil dikeluarkan dari saluran air yang saat ini memang sedang dalam proses pembangunan. Korban yang meninggal dunia serta korban yang tidak sadarkan diri saat ini sudah dibawa menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara," tambah Rokhim.
(auh/hil)
