Pemkab Mojokerto Kenalkan Aplikasi Pemantauan Bencana

Pemkab Mojokerto Kenalkan Aplikasi Pemantauan Bencana

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Jumat, 12 Jun 2026 22:15 WIB
Aplikasi Mojomandala untuk pemantauan bencana yang dilengkapi sistem peringatan dini yang diluncurkan Pemkab Mojokerto
Aplikasi Mojomandala untuk pemantauan bencana yang dilengkapi sistem peringatan dini yang diluncurkan Pemkab Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Pemkab Mojokerto meluncur tagline Tangguh Rek! untuk meningkatkan resilisensi terhadap bencana maupun kondisi sulit lainnya. Branding baru ini salah satunya menyajikan Aplikasi Mojomandala untuk pemantauan bencana yang dilengkapi sistem peringatan dini.

Tangguh Rek! merupakan akronim dari Tanggap Tangkas Unggul Harmoni untuk Resiliensi Berkelanjutan. Branding baru ini diluncurkan Wakil Bupati Mojokerto, dr Muhammad Rizal Oktavian di smart room Satya Bina Karya (SBK).

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin menjelaskan, tagline Tangguh Rek! dilaunching sebagai semangat baru meningkatkan resiliensi masyarakat. Baik tangguh dalam menghadapi bencana maupun kondisi sulit lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harapannya dengan tagline Tangguh Rek! ini bisa menjadi persepsi positif warga Kabupaten Mojokerto, tidak hanya tangguh dalam menghadapi bencana, tapi juga dalam menghadapi segala kondisi ketidakpastian saat ini," jelasnya kepada wartawan di lokasi, Jumat (12/6/2026).

ADVERTISEMENT

Melalui tagline ini, lanjut Rinaldi, Pemkab Mojokerto juga melahirkan berbagai program baru. Mulai dari lahirnya Tim Resiliensi Kabupaten Mojokerto, edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan, kesiapan masyarakat dan relawan, hingga peningkatan infrastruktur teknologi informasi terkait kebencanaan berupa Aplikasi Mojomandala.

"Tangguh Rek! ini mengedepankan semangat kolaborasi, sinergi dan komunikasi efektif berbagai stakeholder. Fokus kami sekarang meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat. Jadi, pengetahuan masyarakat dulu yang harus ditingkatkan, lebih kepada mempersiapkan," terangnya.

Aplikasi Mojomandala terkoneksi dengan Super App Mojosakti milik Pemkab Mojokerto. Mojomandala menyajikan fitur alat pantau sensor banjir di 10 sungai dan tanah longsor di 4 titik rawan.

BPBD Kabupaten Mojokerto telah memasang sistem peringatan dini di lokasi yang pernah terjadi maupun yang berpotensi terjadi bencana. Sehingga diharapkan bisa meminimalkan dampak banjir maupun tanah longsor.

Mojomandala juga menyuguhkan data jumlah bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan, gempa bumi dan erupsi gunung api di Kabupaten Mojokerto, serta bencana nonalam. Aplikasi ini juga untuk mendukung tindakan cepat dan tepat oleh Tim Respons Cepat (TRC).

"Selain di aplikasi muncul alarm waspada atau bahaya, di desa yang biasa terdampak juga bunyi alarm peringatan kalau terjadi bencana," tandas Rinaldi.



(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads