Infografis detikJatim

Infografis: Lumpur Lapindo dan Bayang-bayang Kecemasan Warga

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 11 Jun 2026 07:00 WIB
Air dan lumpur Lapindo semakin mencapai bibir tanggul/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Kekhawatiran kembali menyelimuti warga di sekitar tanggul Lumpur Lapindo, Sidoarjo, setelah volume air dan lumpur di area penampungan meningkat hingga mendekati bibir tanggul. Kondisi tersebut membangkitkan trauma warga, terutama di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, yang masih mengingat peristiwa amblesnya tanggul pada 2018 lalu.

Sejak awal pekan ini, aktivitas peninggian tanggul dilakukan di titik 71 yang berada di perbatasan Kelurahan Siring dan Kelurahan Ketapang Keres. Warga juga melaporkan munculnya rembesan air sepanjang sekitar 100 meter di bawah tanggul titik 68, perbatasan Desa Glagaharum dan Desa Gempolsari.

Ketua RT 11 RW 2 Desa Gempolsari, Sudarmawan, mengatakan ketinggian air di kolam penampungan kini hanya berjarak sekitar satu meter dari puncak tanggul.

"Kalau melihat kondisi sekarang, warga tentu khawatir. Air sudah hampir menyentuh bibir tanggul. Kami trauma dengan kejadian tahun 2018 saat tanggul ambles sepanjang kurang lebih 100 meter," katanya.

Infografis Lumpur Lapindo Foto: Notebook LM

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) memastikan pengaliran lumpur ke Sungai Porong masih terus dilakukan menggunakan kapal keruk dan pompa. PPLS juga mengerahkan alat berat untuk membuat alur agar lumpur dari pusat semburan dapat mengalir menuju kolam pompa dan tidak membebani tanggul.

Ketua Tim Operasi dan Pemeliharaan PPLS Fahmi menegaskan pengaliran lumpur tetap dilakukan untuk melindungi berbagai infrastruktur penting di sekitar area terdampak. "Lumpur tetap mengalir ke Kali Porong, hal itu dilakukan untuk menjaga infrastruktur, objek-objek vital baik itu permukiman, jalan raya, dan rel kereta api," terangnya.

Selain dihantui ancaman luberan lumpur, warga juga masih kesulitan memperoleh air bersih karena air di sekitar lokasi berbau dan memiliki kadar garam tinggi. Warga berharap pengawasan dan penguatan tanggul terus dilakukan agar kejadian amblesnya tanggul seperti pada 2018 tidak kembali terulang.



Simak Video "Video: Lumpur Lapindo Dekati Bibir Tanggul, Warga Trauma Jebol"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork