Dua jemaah haji asal Kabupaten Kediri meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Kedua jemaah tersebut diketahui memiliki riwayat penyakit serius sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis mengatakan, jemaah pertama yang wafat adalah Khoirun Nimah, warga Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten, yang tergabung dalam Kloter SUB 109.
"Almarhumah memiliki riwayat penyakit kanker. Selama berada di Arab Saudi kondisi kesehatannya terus menurun. Berdasarkan data dalam Siskohatkes, yang bersangkutan menderita kanker ganas pada rektum atau usus," kata Afindis, Senin (8/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jemaah kedua yang meninggal dunia adalah Arif Setiawan (63), warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, yang tergabung dalam Kloter SUB 110 dan merupakan jemaah binaan KBIHU Mubarok Kediri.
Menurut Afindis, kondisi Arif mulai memburuk pada 4 Juni 2026. Saat itu, istrinya menghubungi petugas kesehatan karena almarhum mengeluhkan nyeri perut disertai sesak napas.
"Setelah berkonsultasi dengan dokter sektor, jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Dari hasil pemeriksaan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit King Faisal Makkah dan selanjutnya ke Rumah Sakit King Abdullah Medical City Specialist Makkah," ujarnya.
Tim medis sempat merencanakan tindakan lanjutan pada 5 Juni 2026 berupa high risk PCI CTO LCX dan LAD dengan dukungan ECMO serta hemodialisis. Namun tindakan tersebut tidak dapat dilakukan karena pasien menolak menjalani prosedur medis tersebut.
Sehari kemudian, Arif menjalani terapi konservatif dan direncanakan mengikuti program tanazul awal. Namun pada pukul 20.55 Waktu Arab Saudi, petugas menerima laporan bahwa yang bersangkutan meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan medis, Arif meninggal akibat cardiogenic shock atau syok kardiogenik yang dipicu acute myocardial infarction (AMI) atau serangan jantung akut. Selain itu, almarhum juga memiliki riwayat penyakit jantung iskemik kronis, hipertensi, diabetes melitus tipe 2, serta hiperkolesterolemia.
Afindis memastikan, seluruh proses penanganan jenazah kedua jemaah telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
"Pengurusan jenazah kedua jemaah telah selesai dilaksanakan sesuai prosedur. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri juga telah melakukan takziah kepada keluarga, dan perwakilan Kementerian Haji dan Umrah turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan," pungkasnya.
