Munas-Konbes NU Pasti di Kediri tapi Pembukaannya Bisa di Bangkalan

Munas-Konbes NU Pasti di Kediri tapi Pembukaannya Bisa di Bangkalan

Andhika Dwi - detikJatim
Sabtu, 06 Jun 2026 19:38 WIB
Rais Aam dan Sekjen PBNU berkunjung ke Ponpe Al Falah Ploso Kediri
Rais Aam dan Sekjen PBNU berkunjung ke Ponpes Al Falah Ploso Kediri. (Foto: Dok. Istimewa)
Kediri -

Ada hal menarik di tengah persiapan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026. Meski titik utama kegiatan dipusatkan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuka peluang untuk menggelar acara seremonial pembukaan di Pulau Madura.

Rencana pergeseran lokasi pembukaan tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PBNU, KH Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat mendampingi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar meninjau sekaligus koordinasi persiapan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU yang dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Juni 2026.

"Kami mendampingi Rais Aam, ada Prof M Nuh dan Gus Anwar Iskandar, untuk menyampaikan berbagai persiapan yang sudah dilakukan. Sekaligus menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso melalui Kiai Huda Jazuli yang telah bersedia menjadi tuan rumah Munas dan Konbes NU tahun 2026," kata Gus Ipul, Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat itulah Gus Ipul menyampaikan ada opsi lokasi yang sedang dipertimbangkan berkaitan dengan agenda pembukaan Munas dan Konbes, yakni di Kabupaten Bangkalan. Dia menegaskan bahwa Bangkalan sebagai lokasi pembukaan saat ini tengah dikaji secara serius oleh jajaran pengurus pusat.

"Kalau sesuai rencana, pelaksanaan Munas dan Konbes berlangsung 21 sampai 22 Juni, sementara pembukaannya pada 20 Juni. Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah di Bangkalan. Semua masih dalam proses pematangan," ujar Gus Ipul saat memantau kesiapan di Ponpes Ploso Kediri, Sabtu (6/6/2026).

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini, PBNU masih terus mematangkan berbagai aspek teknis pelaksanaan acara agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa hambatan. Perhelatan akbar di Jawa Timur ini diproyeksikan menjadi jembatan krusial menuju Muktamar NU yang akan dihelat dalam waktu dekat.

"Kami memohon doa dari seluruh jamaah Nahdlatul Ulama dan masyarakat Indonesia agar proses menuju Muktamar pada Agustus mendatang berjalan lancar, sukses, dan penuh berkah," tandasnya.

Sebelumnya, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar serta Wakilnya KH. Anwar Iskandar dan Prof M Nuh sowan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Ploso, Kediri. Kiai Miftah datang ke didampingi Gus Ipul.

Jajaran pengurus PBNU ini ditemui langsung oleh Kiai Huda Jazuli juga Gus Kautsar dan jajaran pengurus Ponpes Al Falah Ploso Kediri lainnya. Jajaran Pengurus PBNU itu sempat disambut dengan gayeng dalam pertemuan yang santai.




(abq/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads