Rais Aam dan Sekjen PBNU ke Ponpes Ploso Kediri, Ada Apa?

Rais Aam dan Sekjen PBNU ke Ponpes Ploso Kediri, Ada Apa?

Andhika Dwi - detikJatim
Sabtu, 06 Jun 2026 19:13 WIB
Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar dan jajaran sowan ke KH. Nurul Huda Djazuli di Ponpes Al Falah Ploso Kediri
Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar dan jajaran sowan ke KH. Nurul Huda Djazuli di Ponpes Al Falah Ploso Kediri (Foto: Dok. Istimewa)
Kediri -

Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar serta Wakilnya KH. Anwar Iskandar dan Prof M Nuh sowan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Ploso, Kediri. Kiai Miftah datang ke didampingi Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan dirinya bersama jajaran PBNU mendampingi KH. Miftachul Akhyar melakukan peninjauan sekaligus koordinasi persiapan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU yang dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Juni 2026.

"Kami mendampingi Rais Aam, ada Prof M Nuh dan Gus Anwar Iskandar, untuk menyampaikan berbagai persiapan yang sudah dilakukan. Sekaligus menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso melalui Kiai Huda Jazuli yang telah bersedia menjadi tuan rumah Munas dan Konbes NU tahun 2026," kata Gus Ipul, Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Gus Ipul, PBNU bersyukur karena Ponpes Al Falah Ploso telah menunjukkan kesiapan, tak hanya dari sarana dan prasarana tapi dukungan lain yang dibutuhkan demi suksesnya agenda nasional NU tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kami sungguh bersyukur karena Pesantren Ploso telah siap dari sisi sarana-prasarana maupun dukungan lain yang diperlukan guna menyukseskan Munas dan Konbes. Ini tentu sangat meringankan tugas PBNU sebagai penyelenggara," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para pengasuh, keluarga besar pesantren, serta ribuan santri yang telah bergotong royong mempersiapkan berbagai kebutuhan acara.

"Kami berterima kasih kepada seluruh gus-gus, para pengurus, dan para santri yang telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Dukungan ini sangat berarti bagi kelancaran pelaksanaan Munas dan Konbes," tambahnya.

Saat ini, lanjut Gus Ipul, PBNU masih mematangkan berbagai aspek teknis pelaksanaan acara. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan menjadi langkah penting menuju Muktamar NU yang akan digelar pada Agustus 2026.

"Kami memohon doa dari seluruh jamaah Nahdlatul Ulama dan masyarakat Indonesia agar proses menuju Muktamar pada Agustus mendatang berjalan lancar, sukses, dan penuh berkah," katanya.

Terkait lokasi pelaksanaan pembukaan Munas dan Konbes, Gus Ipul mengungkapkan PBNU masih melakukan pembahasan. Salah satu alternatif yang sedang dikaji adalah penyelenggaraan pembukaan di Kabupaten Bangkalan, Madura.

"Kalau sesuai rencana, pelaksanaan Munas dan Konbes berlangsung 21 sampai 22 Juni, sementara pembukaannya pada 20 Juni. Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah di Bangkalan. Semua masih dalam proses pematangan," ujarnya.

Gus Ipul juga menyebut pembahasan mengenai lokasi penyelenggaraan Muktamar NU berikutnya akan menjadi salah satu agenda yang dibicarakan dalam forum Munas dan Konbes. Sejumlah wilayah diketahui telah mengajukan diri dan menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar.

"Nanti akan dibahas pada saat Munas dan Konbes. Ada beberapa wilayah yang telah menyampaikan kesiapannya menjadi tuan rumah Muktamar. Berbagai pertimbangan akan didiskusikan secara lebih serius dalam forum tersebut," pungkasnya.



(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads