Ribuan jemaah haji Debarkasi Surabaya kloter awal telah tiba di Asrama Haji Sukolilo sejak kemarin Senin (1/6) malam. Namun, terdapat dua jemaah yang terdunda pulang ke Tanah Air karena masih menjalani perawatan Medis di Arab Saudi.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As'adul Anam mengatakan, operasional pemulangan jamaah haji di Asrama Haji Kelas I Surabaya pada hari pertama berjalan lancar dengan dukungan seluruh unsur pelayanan.
Namun, dari aspek ketepatan waktu penerbangan, tercatat tiga kloter tiba tepat waktu dan dua kloter mengalami keterlambatan. PPIH Debarkasi Surabaya terus melakukan koordinasi dengan maskapai, otoritas bandara, dan seluruh unsur pelayanan untuk memastikan kelancaran proses pemulangan jamaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama operasional debarkasi hingga kloter 5, tercatat tiga mutasi keluar. Yakni karena satu jamaah wafat di Arab Saudi dan dua jamaah yang masih menjalani perawatan karena sakit di Arab Saudi. Maka jumlah kursi kosong pada fase awal pemulangan tercatat sebanyak tiga kursi.
PPIH Debarkasi Surabaya mencatat dua jamaah belum dapat dipulangkan bersama kloternya, karena menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Yaitu Abdul Djalal (67) asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 1 yang dirawat di RS Al-Noor, serta Mohammad Dzikri Muiz (65) asal Kabupaten Probolinggo dari Kloter 4 yang dirawat di RS Jeddah.
"Kami terus memantau kondisi jamaah yang masih dirawat di Arab Saudi melalui koordinasi dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia. Semoga seluruh jamaah yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat," jelasnya.
Pada musim haji tahun ini, jamaah termuda Debarkasi Surabaya tercatat atas nama Novelia Madinatun Nur Haffifi (13) asal Kabupaten Bondowoso. Sementara jamaah tertua adalah Marsiyah Salim (104) asal Kabupaten Kediri.
(abq/dpe)
