Skateboarder Malang Patungan Perbaiki Skatepark Alun-alun Malang yang Rusak

Skateboarder Malang Patungan Perbaiki Skatepark Alun-alun Malang yang Rusak

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 02 Jun 2026 13:30 WIB
Aksi para skateboarder perbaiki lintasan skatepark Alun Alun Merdeka Kota Malang
Aksi para skateboarder perbaiki lintasan skatepark Alun-alun Merdeka Kota Malang/Foto: Istimewa
Malang -

Aksi spontanitas ditunjukkan oleh sejumlah skateboarder di Kota Malang. Mereka rela patungan demi memperbaiki arena skatepark di Alun-alun Merdeka Kota Malang yang rusak.

Patungan ini dilakukan lantaran kondisi lintasan dinilai sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan.

Mereka kompak turun tangan memperbaiki sendiri fasilitas skatepark di Alun-alun Merdeka Kota Malang menggunakan dana swadaya. Aksi tambal sulap secara mandiri ini dilakukan beberapa waktu lalu hingga viral di media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pegiat papan seluncur ini bergotong-royong menambal beberapa bagian lintasan yang berlubang dan retak demi mengantisipasi terjadinya kecelakaan saat mereka berlatih.

ADVERTISEMENT

Langkah berani ini diambil karena komunitas merasa tidak puas dengan kondisi skatepark milik Pemkot Malang tersebut. Kerusakan di beberapa titik dinilai sangat berisiko memicu cedera serius, terutama saat para skateboarder melakukan manuver dalam kecepatan tinggi.

Ketimbang larut dalam kekecewaan dan menunggu respons pemerintah yang tak pasti, mereka memilih mengumpulkan dana secara swadaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, angkat bicara. Raymond memaklumi aksi tersebut dan mengakui bahwa perbaikan yang dilakukan pemerintah sebelumnya memang belum menyentuh aspek menyeluruh arena skatepark.

Menurut Raymond, proyek revitalisasi kawasan Alun-alun Merdeka yang disokong dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim senilai Rp 5 miliar beberapa waktu lalu.

Porsinya memang lebih banyak menyasar pembenahan minor dan estetika, bukan renovasi total pada konstruksi lintasan.

"Yang kemarin kita lakukan pada waktu revitalisasi oleh Bank Jatim memang perbaikan kecil, bukan perbaikan signifikan. Jadi pengecatan, alasnya, dan pengecatan besi-besinya," ujar Raymond kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Pemkot Malang mengaku sama sekali tidak mempersoalkan inisiatif mandiri yang dilakukan oleh komunitas skateboard. Sebaliknya, DLH Kota Malang justru mengapresiasi dan membuka pintu komunikasi lebar-lebar agar ke depannya kebutuhan fasilitas olahraga tersebut dapat diakomodasi dengan tepat sasaran.

"Kalau memang dari teman-teman komunitas bisa memperbaiki lebih bagus, kita tidak ada masalah. Cuma memang ke depan bisa koordinasi, sehingga mana-mana yang harus diperbaiki sesuai dengan keinginan teman-teman, nanti bisa kita lakukan," ungkap Raymond.

Raymond juga meminta agar komunitas tidak ragu untuk melayangkan usulan resmi terkait spesifikasi perbaikan lintasan yang ideal kepada pemerintah.

Langkah ini dirasa penting agar perbaikan yang dianggarkan pemerintah di masa mendatang tidak sia-sia dan benar-benar sesuai dengan standar keselamatan para atlet.

"Boleh disampaikan, karena memang yang paling paham untuk lintasan itu teman-teman komunitas," pungkas Raymond.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads