Pemerintah kota Malang buka suara terkait kondisi Jembatan Penyeberangan Umum (JPU) di kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang yang dipenuhi sampah hingga kotoran manusia. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menegaskan bahwa petugas kebersihan sebenarnya tidak tinggal diam.
Pembersihan area JPU dan Alun-alun Merdeka diklaim rutin dilakukan setiap hari.
Kendati demikian, Raymond mengungkapkan bahwa ada persoalan sosial kompleks yang menjadi pemicu mengapa fasilitas tersebut terus-menerus kembali kotor setelah dibersihkan.
"Dulu pernah ada ODGJ yang menetap di situ. Waktu itu sudah diambil oleh Dinas Sosial, tetapi beberapa bulan kemudian kembali lagi," ungkap Raymond saat dikonfirmasi terpisah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah tidak berhenti di situ. Raymond menambahkan bahwa area bawah jembatan juga kerap disalahgunakan oleh tunawisma sebagai tempat tinggal sementara. Padahal, penertiban sudah berulang kali dilakukan oleh aparat penegak perda.
"Di bawah jembatan juga sempat ditempati tunawisma yang pernah diamankan Satpol PP dan mendapat pembinaan dari Dinas Sosial. Namun, tidak lama kemudian kembali lagi," jelasnya.
Pihak DLH mengakui bahwa salah satu kendala dalam memantau pelaku pembuangan sampah dan kotoran ini adalah absennya kamera pengawas. Hingga saat ini, belum ada CCTV yang terpasang di sepanjang area JPU Alun-alun Merdeka. Namun, Raymond memastikan petugas di lapangan tetap bergerak cepat menyisir sampah yang ada.
"Untuk yang kemarin berserakan bekas baju dan celana, itu sore harinya sudah dibersihkan," kata Raymond.
Sebagai langkah evaluasi dan penanganan jangka pendek, DLH Kota Malang kini telah menambah sebanyak 12 unit tong sampah baru di sekitar kawasan Alun-alun Merdeka agar masyarakat maupun pengunjung tidak membuang sampah sembarangan.
Selain itu, Pemkot Malang berjanji akan memperketat penjagaan di area tersebut dengan melibatkan instansi terkait agar kejadian serupa tidak terus terulang.
"Ke depan pengawasan akan dibuat lebih ketat dan lebih spesifik bersama Satpol PP dan DLH," pungkas Raymond.
Diberitakan sebelumnya, kondisi memprihatinkan jembatan penyebrangan di alun-alun Malang dikeluhkan warga. Salah satunya Rudi (34) yang menceritakan pengalamannya yang batal menggunakan JPU tersebut. Ia mengaku sangat terkejut saat hendak melintas dan mendapati kondisi jembatan yang sangat tidak kotor.
