PPLS Akui Ada Penurunan Tanah di Kawasan Lumpur Lapindo

20 Tahun Lumpur Lapindo

PPLS Akui Ada Penurunan Tanah di Kawasan Lumpur Lapindo

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 01 Jun 2026 17:40 WIB
A drone view shows steam rising at the site of the Lapindo mudflow, which has been flowing since a 2006 gas exploration accident that swamped villages and permanently displaced tens of thousands of people, in Sidoarjo, East Java province, Indonesia, May 30, 2026. REUTERS/Dipta Wahyu
Gambar udara semburan lumpur lapindo di Porong (Foto: REUTERS/Dipta Wahyu)
Surabaya -

Dua dekade setelah semburan Lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo terjadi, ancaman baru masih membayangi kawasan terdampak. Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) mengungkap adanya penurunan tanah di area tanggul penahan lumpur yang terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Bidang Perencanaan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), Zulyana Tandju mengakui adanya penurunan tanah. Namun tidak ada data secara spesifik data sejak 2006.

"Berdasarkan data primer dan sekunder, terhadap tanggul lumpur Sidoarjo, sepanjang 11 Kilometer terjadi penurunan yang variatif," kata Zulyana kepada detikJatim, Senin (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya mencatat, penurunan terbesar pernah terjadi sedalam 0,4 meter pada medio 2021-2022. Penurunan itu terjadi di sisi Utara tanggul Lapindo.

"Di mana penurunan terbesar terjadi di tanggul sisi utara dengan penurunan yaitu sebesar 0,4 meter tercatat pada tahun 2021-2022," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Zulyana membeberkan penurunan tanah di kawasan Lapindo dipengaruhi oleh kondisi geologi. Apalagi di Sidoarjo ada sesar aktif.

"Penurunan tanggul dipengaruhi oleh kondisi geologi yang kompleks pada kawasan lumpur Sidoarjo di antaranya yaitu adanya pengaruh sesar aktif, serta diketahui bahwa wilayah Sidoarjo merupakan daerah endapan sedimen," jelasnya.

Ia juga menyebut faktor lainnya yang memengaruhi penurunan tanah di kawasan Lapindo adalah pondasi tanggul yang tak memiliki daya dukung tanah yang cukup.

"Selain itu juga pada pondasi tanggul lumpur Sidoarjo memiliki daya dukung tanah yang rendah," tandasnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads