Temu Manten Tebu Tandai Musim Giling PG RMI Blitar

Temu Manten Tebu Tandai Musim Giling PG RMI Blitar

Fima Purwanti - detikJatim
Sabtu, 30 Mei 2026 16:00 WIB
Prosesi temu manten tebu di PG RMI Blitar
Prosesi temu manten tebu di PG RMI Blitar (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitar -

Tradisi temu Manten Tebu digelar Pabrik Gula Rejoso Manis Indonesia (RMI) di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar sebagai tanda dimulainya musim giling. Tahun ini, PG RMI menargetkan dapat menyerap sekitar 1,55 juta ton tebu dari petani lokal dengan rendemen sekitar 8 persen.

Musim giling dimulai dengan prosesi manten tebu yang digelar meriah dan khidmat. Diawali dengan tarian cucuk lampah, yang merupakan tanda penunjuk arah atau langkah kaki pengantin sebelum melangkah.

Pengantin wanita yang cantik dan anggun, berpasangan dengan pengantin laki-laki yang rupawan. Keduanya tampil serasi dengan busana pengantin Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, pengantin dipertemukan di tengah-tengah dengan membawa pohon tebu wadon (wanita) dan lanang (lelaki) untuk dipersatukan.

Layaknya prosesi pengantin Jawa, pengantin wanita membasuh bagian bawah pohon tebu lanang. Setelah itu, manten tebu diarak menuju mesin penggilingan sebagai simbol dimulainya musim giling tebu.

ADVERTISEMENT

"Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya operasional giling tahun 2026 sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kesinambungan produksi gula nasional. Kemudian juga melestarikan budaya tradisi setempat dengan adanya manten tebu ini," kata Vice President Director PT Rejoso Manis Indo, Syukur Iwantoro kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).

Syukur menyebut pihaknya menargetkan serapan panen tebu dari petani lokal lebih banyak daripada sebelumnya. Tahun ini, PG RMI menargetkan pengolahan tebu milik petani sebesar 1,55 juta ton dengan tingkat rendemen mencapai 8 persen.

"Kemudian untuk mendukung pencapaian tersebut, kami telah menyiapkan kapasitas giling sebesar 10.000 TCD (ton cane per day) serta menargetkan produksi gula kristal putih sebesar 128 ribu ton," terangnya.

Menurutnya, kenaikan target produksi itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas industri gula nasional. Selain itu, juga sebagai upaya untuk berkontribusi terhadap pencapaian program swasembada gula nasional oleh pemerintah pusat.

Syukur menegaskan pihaknya optimis terhadap kelancaran operasional musim giling tahun 2026. Menurutnya, hal itu sebagai langkah komitmen dalam memperkuat kolaborasi antara perusahaan, petani, dan pemerintah.

"Tahun kemarin kondisinya cuaca tidak mendukung, jadi hasil produksinya tidak sampai 100 ribu ton. Tapi tahun ini kami optimistis bisa melampaui target, dengan hasil maksimal petani tebu yang ada di wilayah Blitar dan sekitarnya," tandasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads