Banjir rob berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur pada 30 Mei hingga 5 Juni 2026. BMKG menyebut hal itu dipicu oleh fenomena full moon atau bulan purnama yang menyebabkan pasang air laut maksimum.
Diketahui banjir rob disebabkan oleh kenaikan muka air laut hingga air yang pasang tersebut menggenangi daratan. Banjir ini diakibatkan oleh terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari ketinggian daratan.
"Pasang air laut maksimum dapat memicu genangan air hingga 10-30 cm yang dapat mengganggu aktivitas," jelas Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (30/5/2026).
Adapun sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi terdampak antara lain kawasan Surabaya Pelabuhan, termasuk Surabaya utara dan Benowo. Wilayah Banyuwangi juga diprakirakan turut mengalami banjir rob.
"Banjir rob berpotensi terjadi di wilayah Surabaya Pelabuhan, termasuk Surabaya utara dan Benowo pada pukul 09.00-13.00 WIB, lalu di Banyuwangi pada pukul 09.00-10.00 WIB," beber Sutarno.
Banjir rob ini dapat mengganggu beberapa aktivitas seperti bongkar muat pelabuhan, aktivitas petani garam, hingga transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir. Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat waspada.
"Masyarakat bisa mengakses informasi terkini yang disampaikan BMKG sebelum beraktivitas di wilayah pesisir," imbaunya.
Simak Video "Video Banjir Rob Rendam 4 Desa di Pesisir Sedati Sidoarjo"
(irb/hil)