Penyelamatan sapi kurban yang terperosok ke septic tank Dusun Ardilangu, Desa Ngembeh, Dlanggu, Mojokerto, berlangsung dramatis. Setelah lebih dari 3 jam, damkar dan para relawan akhirnya berhasil mengeluarkan sapi dalam kondisi hidup.
Penyelamatan sapi kurban milik Sutrisno (56) ini melibatkan belasan Damkar Pos 1 Mojoanyar BPBD Kabupaten Mojokerto dan para relawan. Mereka menggunakan 2 tripod katrol sekaligus untuk mengeluarkan sapi dari lubang septic tank.
Diameter lubang yang hanya sekitar 1 meter menyulitkan petugas untuk memasang tali ke tubuh sapi. Dua petugas harus turun ke dasar lubang untuk mengikat tubuh sapi dengan tali. Mereka berpacu dengan waktu karena kondisi sapi kian lemas di dasar lubang dengan kedalaman sekitar 6 meter tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesekali petugas menyalakan mesin blower untuk menambah pasokan oksigen di dalam lubang septic tank. Sejumlah bambu juga dipasang di dua sisi mulut lubang sebagai pijakan petugas. Sebab lubang kotoran ini rawan ambrol.
Proses penyelamatan sapi kurban ini berlangsung sekitar 3 jam, yakni pukul 16.00-19.20 WIB. Sebab tali yang dipasang petugas pada tubuh sapi beberapa kali terlepas. Teriakan syukur warga membuat riuh kebun di belakang rumah Sutrisno begitu sapi berhasil diangkat dari septic tank.
Tak sampai di situ, petugas damkar dan para relawan harus mengerahkan seluruh tenaga untuk menarik sapi dari mulut lubang septic tank. Sebab tubuh sapi jauh lebih besar dari lubang tersebut. Tak ayal kondisi sapi lemas begitu sampai di permukaan.
"Kendalanya diameter lubang sangat sempit yang menyulitkan kami memasang tali pada sapi. Tali sempat lepas beberapa kali, karena kondisi sapi lemas sehingga molor," terang Komandan Damkar Pos 1 Mojoanyar BPBD Mojokerto, Sukamto kepada wartawan di lokasi, Selasa (26/5/2026).
Kondisi sapi yang lemas sempat membuat panik Sutrisno. Betapa tidak, sapi jantan jenis simental ini sudah dibayar lunas Rp 25 juta oleh pembelinya asal Dusun Kalicangkring, Desa Kaligoro, Kutorejo, Mojokerto. Sapi berumur 2,5 tahun ini akan dikurbankan besok pagi.
Sapi tiba-tiba saja terbangun setelah mendapat suntikan dari mantri hewan yang didatangkan Sutrisno. Sorak riang warga yang menyaksikannya pun bersahutan dengan gema takbir Hari Raya Idul Adha. Si sapi lantas diikat di kebun, lalu disuguhi rerumputan kesukaannya.
"Kata pemiliknya untuk kurban besok, ini tadi terperosok ke lubang saat diambil pembelinya," jelas Sukamto.
Sebelumnya, sapi milik Sutrisno terperosok ke lubang septic tank sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, sapi yang baru dikeluarkan dari kandang tiba-tiba saja berontak. Sapi ini akan dikurbankan di Dusun Kalicangkring.
(auh/abq)
