PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi ke Ponpes dan Kampung, Ini Pesan yang Dibawa

PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi ke Ponpes dan Kampung, Ini Pesan yang Dibawa

Faiq Azmi - detikJatim
Selasa, 26 Mei 2026 18:35 WIB
Sapi dari PDIP Jatim yang akan dibagikan ke ponpes dan kampung-kampung.
Sapi dari PDIP Jatim yang akan dibagikan ke ponpes dan kampung-kampung. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jatim menyalurkan 468 hewan kurban di momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Hewan kurban itu disalurkan ke pondok pesantren (ponpes) hingga kampung-kampung warga di Bumi Majapahit.

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah mengatakan momen Idul Adha ini digunakan untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

"PDIP Jatim menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah di Jawa Timur," kata Said dalam keterangan yang diterima detikJatim, Selasa (26/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Said membeberkan penyaluran hewan kurban dilakukan melalui DPC kabupaten dan kota untuk diberikan ke ponpes, panti asuhan, masjid, dan musala yang melaksanakan penyembelihan bersama masyarakat.

Ketua Banggar DPR RI ini juga menyebut di luar distribusi dari DPD, banyak kader partai, anggota DPRD provinsi maupun kabupaten dan kota, hingga pengurus PAC di berbagai daerah juga melaksanakan kurban secara mandiri.

ADVERTISEMENT

Said juga secara khusus menyalurkan ratusan sapi kurban untuk wilayah Madura. Menjelang Idul Adha tahun ini, sedikitnya 298 ekor sapi kurban disalurkan di berbagai wilayah Madura sebagai bagian dari kepedulian kepada masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Jatim, Didik Prasetiyono, mengatakan Idul Adha selalu menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga rasa kemanusiaan dan solidaritas sosial, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

"Di situasi seperti sekarang, masyarakat membutuhkan rasa kebersamaan. Banyak keluarga sedang berjuang menghadapi kebutuhan hidup yang semakin berat. Karena itu, semangat berbagi dan saling peduli perlu terus dirawat," kata Didik.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang ketulusan, pengorbanan, dan keikhlasan untuk kepentingan yang lebih besar.

"Idul Adha mengajarkan bahwa hidup tidak bisa dijalani sendiri-sendiri. Ada nilai berbagi, ada kepedulian, ada rasa ingin membantu sesama. Nilai seperti itu yang penting dijaga dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Didik mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selama ini selalu mengingatkan kader partai untuk dekat dengan rakyat dan menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan bangsa.

"Pesan Ibu Megawati sederhana, partai harus hadir di tengah rakyat. Jadi ketika ada momentum seperti Idul Adha, kader bergerak bersama masyarakat, ikut membantu, ikut berbagi, dan menjaga kebersamaan," tuturnya.

Di Surabaya, sebagian proses penyembelihan dilakukan melalui Rumah Potong Hewan (RPH) guna membantu menjaga aspek kebersihan dan kenyamanan lingkungan perkotaan. Meski demikian, penyembelihan tetap banyak dilakukan di lingkungan masjid, panti asuhan, dan pesantren bersama warga secara bergotong royong.

Didik menilai suasana Idul Adha selalu menghadirkan energi positif karena mempertemukan banyak orang dalam semangat kebersamaan.

"Ada yang menyumbang tenaga, ada yang membantu membungkus daging, ada yang mengantar ke rumah-rumah warga. Hal-hal sederhana seperti ini yang membuat rasa persaudaraan tetap hidup," ujarnya.

Melalui momentum Idul Adha, PDIP Jatim berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Tantangan ekonomi dan kehidupan hari ini akan terasa lebih ringan ketika dihadapi bersama-sama.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads