Seorang mahasiswa berinisial JAL (22) ditemukan tewas dalam kamar kosnya di kawasan Jalan Bendungan Sigura-Gura V, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan leher terlilit tali.
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah penghuni kos lainnya mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari arah lantai dua bangunan kos tersebut.
Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengatakan peristiwa itu diketahui dari laporan masyarakat melalui layanan aduan 110.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pukul 08.30 pagi tadi, petugas piket menerima laporan adanya orang meninggal dalam rumah kos. Kita kemudian datangi TKP," ujar Anang Tri Hananta saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (26/5/2026).
Menurut Anang, penemuan jasad korban ini bermula ketika salah satu rekan kos korban mencium bau busuk yang menyengat di sekitar area lantai dua. Karena curiga, yang bersangkutan kemudian memanggil penjaga kos untuk memeriksa sumber bau tersebut.
Kedua orang itu sempat mengetuk pintu kamar korban berulang kali tetapi tidak mendapatkan respons sama sekali. Karena pintu dalam keadaan terkunci dari dalam, keduanya berinisiatif mengintip melalui celah jendela kamar.
Saat itulah mereka terkejut melihat korban sudah tergeletak tak bernyawa di lantai pojok kamar. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi terpaksa membuka paksa pintu kamar korban yang terkunci rapat dari dalam dengan menggunakan linggis.
Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Inafis, korban ditemukan dalam posisi terduduk di lantai pojok kamar samping lemari dengan leher terlilit tali tampar berwarna oranye yang dikaitkan pada gantungan baju.
Petugas menduga korban sengaja mengakhiri hidupnya beberapa hari sebelum ditemukan.
"Hasil olah TKP menunjukkan korban meninggal dunia diduga akibat gantung diri yang dilakukan beberapa hari lalu. Kondisi tubuh korban saat ditemukan, bagian pantat sedikit terangkat dan ada darah yang sudah mengering di lantai," terang Anang.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban terakhir kali terlihat pada Sabtu (23/5) malam. Sejak saat itu, pintu kamar kos korban selalu tertutup rapat setiap hari.
Dugaan bahwa korban nekat mengakhiri hidupnya juga diperkuat temuan digital di dalam ponsel miliknya. Petugas menemukan sebuah draf pesan singkat yang ditulis korban pada Sabtu siang, namun pesan tersebut belum sempat dikirimkan kepada siapa pun.
"Dari pemeriksaan petunjuk di handphone korban, diketahui pada Sabtu siang sekira pukul 13.26 WIB, korban sempat mengetik pesan di obrolan pribadi WhatsApp miliknya, namun pesan itu belum sempat dikirim," pungkas Anang.
Dalam kejadian ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya seutas tali tambang berwarna oranye yang digunakan korban dan dua unit handphone milik korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
(auh/dpe)
