Kebakaran hebat melanda sebuah rumah berlantai dua di kawasan Banyu Urip, Surabaya, pada Senin (26/5/2026) malam. Akibatnya, dua orang penghuni tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 22.30 WIB. Sebanyak 14 unit armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api.
"Malam hari ini kami mendapat kabar pukul 22.30 WIB, teman-teman damkar langsung menuju ke lokasi dan melakukan pemadaman awal," kata Rini di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rini, lantai satu bangunan tersebut digunakan sebagai tempat usaha perbaikan (bengkel) motor listrik. Sementara itu, lantai dua berfungsi sebagai toko sembako sekaligus tempat tinggal. Saat petugas tiba, seluruh bagian di lantai satu sudah hangus terbakar.
Berdasarkan penyelidikan awal, api diduga kuat berasal dari korsleting listrik saat pengisian daya (charger) baterai motor listrik. Kandungan lithium pada baterai menyebabkan terjadinya ledakan, sehingga api merembet dan membesar dalam waktu singkat.
"Dugaan awal itu dari korsleting listrik dari charger motor listrik. Karena berbahan baterai lithium, terjadi ledakan dan api menjalar cepat sekali," ujar mantan Kepala BPBD Linmas Surabaya tersebut.
Evakuasi korban tewas kebakaran rumah di kawasan Banyu Urip Surabaya tewas 2 penghuni rumah (Foto: Dok. Istimewa) |
Rumah tersebut diketahui dihuni oleh enam orang. Dua korban yang meninggal dunia diduga terjebak di dalam bangunan saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api. Sementara itu, empat penghuni lainnya berhasil selamat namun mengalami luka-luka.
Seluruh korban luka saat ini telah mendapatkan perawatan medis dari tim evakuasi. Sedangkan dua korban meninggal dunia langsung dievakuasi ke RSU Dr. Soetomo, Surabaya, untuk penanganan lebih lanjut.
Rini memastikan para korban kebakaran masih satu keluarga. Sedangkan korban tewas adalah cucu dan nenek. "Satu anak cucu dan neneknya," kata Rini.
Rini menjelaskan kedua korban ditemukan terpisah. Sang nenek ditemukan berada di kamar mandi lantai 1 yang diduga di sana saat kebakaran. Sedangkan cucunya di lantai 2.
"Posisi nenek ada di bawah, di lantai 1, yang cucunya di lantai 2," ujarnya.
Rini menambahkan, sang nenek saat itu terjebak diduga hendak menyelamatkan cucunya. Namun api yang berkobar membuat sang nenek kemudian menyelamatkan diri dengan berlindung di kamar mandi.
"Mungkin seperti itu ya (cucu akan menyelamatkan nenek di lantai 1 lalu berupaya keluar rumah), kita juga tidak tahu (kronologi persisnya). Tapi kalau melihat mungkin mau keluar tapi api di depan sudah membara, jadi mungkin dia (nenek) mau menyelamatkan diri, karena posisinya nenek ada di kamar mandi ya," jelasnya.
(hil/abq)

