Kebakaran hebat melanda sebuah rumah berlantai dua di kawasan Banyu Urip, Surabaya, pada Senin (26/5/2026) malam. Akibatnya, dua orang penghuni tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada Senin (25/5) pukul 22.30 WIB. Sebanyak 14 unit armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api.
"Malam hari ini kami mendapat kabar pukul 22.30 WIB, teman-teman damkar langsung menuju ke lokasi dan melakukan pemadaman awal," kata Rini di lokasi kejadian, Selasa (26/5/2026) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rini, lantai satu bangunan tersebut digunakan sebagai tempat usaha perbaikan (bengkel) motor listrik. Sementara itu, lantai dua berfungsi sebagai toko sembako sekaligus tempat tinggal. Saat petugas tiba, seluruh bagian di lantai satu sudah hangus terbakar.
Berdasarkan penyelidikan awal, api diduga kuat berasal dari korsleting listrik saat pengisian daya (charger) baterai motor listrik. Kandungan lithium pada baterai menyebabkan terjadinya ledakan, sehingga api merembet dan membesar dalam waktu singkat.
"Dugaan awal itu dari korsleting listrik dari charger motor listrik. Karena berbahan baterai lithium, terjadi ledakan dan api menjalar cepat sekali," ujar mantan Kepala BPBD Linmas Surabaya tersebut.
Rumah tersebut diketahui dihuni oleh enam orang. Dua korban yang meninggal dunia diduga terjebak di dalam bangunan saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api. Sementara itu, empat penghuni lainnya berhasil selamat namun mengalami luka-luka.
Seluruh korban luka saat ini telah mendapatkan perawatan medis dari tim evakuasi. Sedangkan dua korban meninggal dunia langsung dievakuasi ke RSU Dr. Soetomo, Surabaya, untuk penanganan lebih lanjut.
