SPMB SMP Dibuka, Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada yang Tidak Sekolah

SPMB SMP Dibuka, Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada yang Tidak Sekolah

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 24 Mei 2026 16:15 WIB
Ilustrasi Anak Ujian Sekolah
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/hxdbzxy)
Surabaya -

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 jenjang SMP telah dibuka. Tersedia 42 ribu kuota atau kursi SMP di Surabaya. Jumlah ini dipastikan mampu menampung siswa di sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan daya tampung yang disiapkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mencukupi untuk seluruh siswa lulusan SD negeri maupun swasta.

"Jadi, (sekolah) negeri dan swasta kita berkolaborasi. Insyaallah berdasarkan kuota yang ada di Dinas Pendidikan, semua anak usia sekolah di Surabaya tidak ada yang tidak sekolah untuk tahun 2026," kata Eddy, Minggu (24/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerhati Pendidikan dan Perlindungan Anak LPA Jawa Timur, Isa Anshori menilai kapasitas sekolah di Surabaya masih memadai di SPMB 2026/2027. Menurutnya, total daya tampung SMP negeri dan swasta di Surabaya mencapai 42.000 kursi.

"Dari jumlah daya tampungnya 42.000 (SMPN dan swasta), artinya tidak ada anak Surabaya yang usia sekolah yang tidak sekolah," kata Isa.

ADVERTISEMENT

Kuota SMPN di Surabaya mencapai sekitar 17.000 kursi dari total sekitar 41.000 lulusan SD negeri dan swasta. Berdasarkan komposisi itu, sekitar 40 persen siswa diperkirakan tertampung di sekolah negeri, sementara sisanya melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

"Proporsi 17.000 (kuota SMPN) dari 41.000 (lulusan SDN dan Swasta), sehingga porsinya sekitar 40%, dan kue swasta adalah 60%. Artinya semua akan jadi tertampung," jelasnya.

Isa menilai, selama pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan yang berlaku seluruh anak usia sekolah di Kota Pahlawan bisa dipastikan akan tetap memiliki akses pendidikan.

"Selama kita berjalan di aturan yang ada, saya kira tidak ada anak usia sekolah di Surabaya yang tidak sekolah," pungkasnya.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads