Pria di Pasuruan Tewas Tertabrak KA Dhoho, Tubuh Tersangkut Jembatan

Pria di Pasuruan Tewas Tertabrak KA Dhoho, Tubuh Tersangkut Jembatan

Muhajir Arifin - detikJatim
Minggu, 24 Mei 2026 15:45 WIB
Proses evakuasi pemuda tertabrak kereta di Pasuruan.
Proses evakuasi pemuda tertabrak kereta di Pasuruan. Foto: Istimewa
Pasuruan -

Seorang pria bernama Mukhammad Nasrullah (26), warga Dusun Pucang Pendowo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, tewas mengenaskan tertabrak kereta api (KA) Commuter Line Dhoho.

Peristiwa tersebut terjadi di rel tanpa perlintasan yang berada di Dusun Kampung Baru, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Tubuh korban terlempar dan tersangkut di atas jembatan rel Desa Sentul.

Saat kejadian, korban tengah duduk di tengah rel saat KA Commuter Line Dhoho dengan nomor seri 412A melaju dari arah Malang menuju Surabaya, Minggu (24/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masinis kereta disebut telah membunyikan klakson berkali-kali sebagai peringatan. Bahkan, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga sempat meneriaki korban agar segera menjauh dari rel.

"Namun, korban tidak merespons peringatan tersebut," kata Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno.

ADVERTISEMENT

Mengetahui ada seseorang di atas rel, masinis sempat melakukan pengereman darurat. Namun, jarak yang terlalu dekat membuat kereta tidak dapat berhenti tepat waktu hingga akhirnya menabrak korban. Akibat kejadian itu, korban tewas.

Petugas Polsek langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Karena posisi tubuh korban terangkut di jembatan, polisi menghubungi Tim SAR. Tim Rescue Kantor SAR Surabaya dan Unit Siaga SAR Malang pun diterjunkan ke lokasi.

Setelah melaksanakan briefing dan pembagian tugas, tim segera melakukan proses evakuasi terhadap korban yang berada di atas jembatan. Tim SAR gabungan harus melakukan evakuasi dengan waktu yang terbatas sekitar 30 menit sebelum kereta selanjutnya melintas.

Akhirnya korban berhasil dievakuasi pada pukul 09.53 WIB menggunakan teknik lowering dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa menuju Puskesmas Purwodadi untuk penanganan lebih lanjut.

"Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang milik korban berupa pakaian yang digunakan, telepon genggam, topi, serta sebungkus rokok beserta korek api. Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mempermasalahkan peristiwa itu," pungkas Joko.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads