Akhir Mei Pembangunan JLS Tulungagung Tuntas

Akhir Mei Pembangunan JLS Tulungagung Tuntas

Adhar Muttaqin - detikJatim
Sabtu, 23 Mei 2026 17:20 WIB
JLS Brumbun-Sine Lot 1B, Tulungagung
JLS Brumbun-Sine Lot 1B, Tulungagung (Foto: Dok. Istimewa)
Tulungagung -

Proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di pesisir Tulungagung dipastikan tuntas akhir Mei. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) tinggal melakukan 'finishing' pada ruas Brumbun-Sine.

PPK 2.1 BBPJN Jatim-Bali, Kementerian Pekerjaan Umum, I Made Budiana mengatakan, saat ini pekerjaan yang tersisa hanya pengaspalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer di paket lot 1A, sedangkan lot 1B telah tuntas 100 persen.

"Sekarang sudah lebih dari 98,5 persen. Tinggal pengaspalan sekitar 1,5 kilometer lagi. 30 Mei ini selesai," kata Budiana, Sabtu (23/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruas jalan yang belum tuntas telah dilakukan proses pemadatan menggunakan agregat dan sebagian telah dilapisi aspal. Penuntasan pekerjaan pada lot 1A sempat dilakukan perpanjangan karena terjadi tanah longsor di tiga titik.

Upaya penanganan lereng yang longsor dilakukan secara maksimal dengan bisa meminimalisir terjadinya longsor susulan.

ADVERTISEMENT

Dengan kondisi cuaca saat ini pihaknya optimistis pekerjaan dapat terselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Kendati demikian potensi longsor tetap masih ada.

Dijelaskan proyek pembangunan JLS Brumbun-Sine lot 1A Tulungagung menelan anggaran Rp281 miliar dan lot 1B sebesar Rp165 miliar.

"Meskipun selesai pada akhir Mei, JLS Brumbun-Sine belum sepenuhnya dibuka sebagai jalur resmi umum karena masih memasuki masa pemeliharaan. Namun, sudah dapat dilalui secara fungsional," imbuhnya.

Sementara itu untuk menunjang keselamatan pengguna jalan, pihaknya juga akan memasang sejumlah penerangan jalan umum (PJU) pada titik persimpangan dan beberapa tikungan tajam.

"Namun, tidak seluruh ruas dipasang PJU karena adanya penyesuaian anggaran pasca penanganan longsor," tegasnya.

Dengan tuntasnya pembangunan JLS di Tulungagung maka akses pesisir selatan dari batas Blitar, Tulungagung dan batas Trenggalek telah tersambung. Akses jalan ini diharapkan akan menunjang peningkatan perekonomian di wilayah selatan.

Kelanjutan JLS Trenggalek

Di sisi lain terkait kelanjutan pembangunan ruas JLS Trenggalek Budi menegaskan masih dalam proses pembebasan lahan, terutama pada ruas Minjungan-Prigi dan Panggul-Craken. Proses pembebasan lahan diajukan ke Kementerian Kehutanan karena mayoritas lahan berada di kawasan Perhutani.

"Proyek masih berada pada tahap pembebasan lahan dan proses perizinan IPPKH(Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan)," kata Budiana.

Panjang ruas JLS yang dalam belum dibangun di Trenggalek sekitar 40 kilometer, terdiri dari segmen segmen Munjungan-Prigi 20 kilometer dan Panggul-Craken 20 kilometer.

Pihaknya berharap proses IPPKH bisa segera dituntaskan, sehingga pembangunan bisa dilakukan lebih cepat. Saat ini Kementerian PU masih melakukan penghitungan ulang terhadap anggaran yang dibutuhkan untuk penuntasan ruas JLS Trenggalek.

"Masih dalam tahap penghitungan ulang karena dipengaruhi kenaikan harga bahan konstruksi seperti aspal dan beton," imbuhnya.

Menurut Budiana, kenaikan harga material tidak memengaruhi kualitas pekerjaan, namun berdampak pada manajemen pelaksanaan proyek di lapangan, termasuk pengaturan tenaga kerja dan alat berat agar pengerjaan tetap berjalan sesuai target.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads