Pemberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Surabaya tahun 2026 resmi berakhir. Kloter 116 sebagai kloter pamungkas telah diberangkatkan ke Tanah Suci pada Kamis (21/5/2026) pukul 18.30 WIB.
Namun, masih ada 30 jemaah yang terpaksa menunda keberangkatannya hingga musim haji 2027 akibat sakit dan persoalan administrasi.
Kloter pamungkas ini terdiri dari jemaah asal Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Malang. Namun, satu jemaah tidak dapat ikut terbang karena mengalami gangguan kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kloter terakhir ini 379. Sebenarnya 380 cuman tadi pagi ada satu jemaah hall musdalifah struk, jadi saat ini sedang di rumah sakit," kata Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As'adul Anam kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Anam menjelaskan total ada 30 jemaah yang belum bisa diberangkatkan pada musim haji tahun ini. Mereka akan diprioritaskan untuk berangkat pada musim haji 2027.
"Tertunda, 30 orang akan diberangkatkan tahun depan, karena saat ini sudah kloter terkahir bahkan tanggal 22 closing dead bahwa tidak ada lagi penerbangan reguler yang menuju Arab Saudi," jelasnya.
Dari total 30 jemaah yang tertunda, sebanyak 29 orang mengalami sakit. Sementara satu jemaah lainnya terkendala persoalan administrasi yang berkaitan dengan aturan hukum di Arab Saudi.
"Ada satu yang kemarin ditolak karena masih menjalani cekal 10 tahun. Baru dijalani 8 tahun," ujarnya.
Selain itu, Embarkasi Surabaya juga mencatat adanya jemaah yang wafat selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Hingga saat ini, total 14 jemaah meninggal dunia, terdiri atas tiga orang di Madinah dan 11 orang di Makkah.
Meski demikian, Anam memastikan tidak ada jemaah asal Embarkasi Surabaya yang meninggal akibat serangan heat stroke atau sengatan panas ekstrem.
"Rata-rata karena jantung, kelelahan. Enggak ada karena heat stroke, kemarin ada kasus tapi bukan di kita, tapi di embarkasi lain," pungkasnya.
