Relawan Asal Ponorogo yang Ditahan Israel Saat Misi ke Gaza Dibebaskan

Relawan Asal Ponorogo yang Ditahan Israel Saat Misi ke Gaza Dibebaskan

Charolin Pebrianti - detikJatim
Jumat, 22 Mei 2026 08:30 WIB
Herman Budianto Sudarsono, relawan kemanusiaan asal Ponorogo
Herman Budianto Sudarsono, relawan kemanusiaan asal Ponorogo (Foto: Dok. Istimewa)
Ponorogo -

Keluarga Herman Budianto Sudarsono, relawan kemanusiaan asal Ponorogo yang ditahan tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Palestina, akhirnya bisa bernapas lega. Herman disebut telah dibebaskan dan kini dalam proses pemulangan.

Kabar tersebut dibenarkan adik Herman, Diah Puspasari (48), warga Jalan Cinde Wilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo. Diah mengaku keluarga mendapat informasi pembebasan Herman pada Kamis sore.

"Iya, sudah dibebaskan, cuma ini proses perpulangannya. Masih mantau proses perpulangannya," ujar Diah saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diah mengatakan kabar pertama diterima dari istri Herman melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 16.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Jam 4 kayaknya, habis ashar. Dapat kabar pertama dari istrinya lewat WA," katanya.

Menurut Diah, keluarga sempat cemas setelah muncul kabar adanya relawan yang mengalami penyiksaan hingga pelecehan seksual selama penahanan. Namun hingga kini belum ada kepastian siapa relawan yang dimaksud.

"Sudah plong, cuma ternyata ada berita katanya ada yang akibat penyiksaan dan pelecehan seksual itu butuh perawatan rumah sakit. Itu siapa dan bagaimana pastinya kami belum tahu," ungkapnya.

Meski begitu, keluarga berharap Herman bisa segera kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat.

"Ya sudah, mudah-mudahan pulang sehat," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 ditangkap Israel. Salah satunya yakni Herman Budianto Sudarsono, relawan kemanusiaan asal Ponorogo.

Adik Herman, Diah Puspasari (48) mengatakan keberangkatan Herman ke Palestina murni didasari alasan kemanusiaan. Herman disebut sudah beberapa kali terlibat dalam misi kemanusiaan ke wilayah konflik tersebut.

"Ini sudah dua atau tiga kali ke Palestina. Mereka berangkat karena ingin mengingatkan bahwa Palestina ini belum merdeka," kata Diah, Kamis (21/5/2026).

Keluarga terakhir berkomunikasi dengan Herman sekitar 19 hingga 20 April 2026. Saat itu, keluarga belum mengetahui jika Herman ikut dalam rombongan pelayaran kemanusiaan dari Turki menuju Gaza.

"Dia cuma pamit di grup keluarga saja. Karena memang beliau sering ke luar negeri, jadi kami menganggap biasa," jelas Diah.



(hil/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads