Kemacetan parah terjadi di wilayah Kecamatan Pakal, Surabaya, tepatnya di persimpangan Jalan Benowo yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik, Rabu (20/5/2026). Pengendara mengeluhkan antrean kendaraan yang mengular hingga membuat mereka terjebak macet sampai dua jam.
Pantauan detikJatim, kemacetan dari arah Benowo menuju Kepatihan terjadi sejak kawasan Taman Cahaya. Sementara dari arah sebaliknya, antrean kendaraan mengular hingga sekitar satu kilometer.
Tak hanya itu, Kusnadi, salah satu pengendara mobil, mengaku terjebak macet hampir dua jam di Jalan Jurang Kuping, Pakal. Padahal, ia sengaja memilih jalur tersebut untuk menghindari kepadatan di Jalan Benowo-Kepatihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah dari jam 07.00 WIB tadi kena macet. Hampir dua jam, padahal niatnya menghindari macet di Benowo," kata Kusnadi.
Kemacetan juga dirasakan pengendara roda dua. Mereka bahkan harus terjebak hingga sekitar 30 menit di Jalan Jurang Kuping sebelum akhirnya memilih memutar arah melalui Randupadangan, Menganti.
"Tadi sempat lewat Jurang Kuping, tapi terjebak setengah jam. Daripada makin lama, saya memilih putar arah lewat Randupadangan," ujar Januri, pengendara motor.
Namun upaya mencari jalur alternatif itu justru tidak membuahkan hasil. Januri bersama ratusan pengendara lain kembali terjebak kemacetan di Jalan Beji PDAM akibat kepadatan kendaraan yang mengalihkan rute ke jalur tersebut.
"Lha kok di sini juga macet. Ternyata pada lewat sini semua," tambah Januri kepada detikJatim.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemacetan di persimpangan Pakal dipicu tingginya volume kendaraan serta tidak berfungsinya traffic light. Kondisi tersebut membuat pengendara saling berebut jalan hingga arus lalu lintas semakin semrawut.
Selain itu, minimnya petugas kepolisian yang melakukan pengaturan lalu lintas juga disebut memperparah situasi. Di lokasi hanya terlihat seorang sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) membantu mengurai kepadatan kendaraan.
Kondisi jalan yang sempit ditambah masih melintasnya kendaraan besar seperti truk pada jam sibuk membuat kemacetan semakin sulit terurai.
Sementara itu, di Jalan Beji PDAM, penyebab kemacetan karena adanya dua tiang yang menjadikan kendaraan roda 4 harus bergantian untuk melintas. Warga menyayangkan adanya tiang tersebut karena setiap harinya menjadi penyebab kemacetan.
"Kalau memang mau melarang truk melintas, kan bisa di pasang portal di atasnya jalan. Jadi kendaraan roda 4 gak harus bergantian saat melintas," pungkas Januri.
(irb/hil)
