Kenapa Makan Kambing Bisa Bikin Darah Tinggi? Ini Penyebabnya

Kenapa Makan Kambing Bisa Bikin Darah Tinggi? Ini Penyebabnya

Irma Budiarti - detikJatim
Selasa, 19 Mei 2026 19:30 WIB
Ilustrasi tekanan darah naik setelah makan daging kambing.
Ilustrasi tekanan darah naik setelah makan daging kambing. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Daging kambing sering dianggap sebagai penyebab darah tinggi. Banyak orang percaya bahwa makanan ini bersifat "panas" dan bisa langsung memicu hipertensi setelah dikonsumsi. Akibatnya, tidak sedikit yang memilih menghindari sate, gulai, atau tongseng kambing karena takut tekanan darah naik.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Secara ilmiah, daging kambing bukan penyebab utama hipertensi. Yang lebih berpengaruh justru cara memasak, porsi makan, dan kondisi kesehatan orang yang mengonsumsinya.

Benarkah Daging Kambing Memicu Darah Tinggi?

Dilansir laman IPB University, daging kambing termasuk jenis daging merah, tetapi kandungan gizinya berbeda dengan daging sapi maupun domba. Dalam banyak penelitian, daging kambing justru memiliki kandungan lemak dan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging merah lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, konsumsi daging kambing dalam jumlah wajar tidak otomatis menyebabkan tekanan darah naik drastis. Pada penderita hipertensi ringan sekalipun, konsumsi daging kambing dengan pola makan seimbang tidak memberikan pengaruh besar terhadap tekanan darah maupun lemak tubuh.

ADVERTISEMENT

Penyebab Darah Tinggi Setelah Makan Kambing

Meski bukan penyebab utama hipertensi atau darah tinggi, ada beberapa hal yang membuat seseorang merasa tekanan darah meningkat setelah makan daging kambing. Berikut sejumlah penyebab darah tinggi setelah makan kambing.

1. Cara Memasak yang Tidak Sehat

Penyebab paling umum berasal dari proses pengolahan. Daging kambing sering dimasak dengan banyak garam, santan, mentega, minyak, atau bumbu tinggi sodium.

Misalnya, gulai kambing bersantan, tongseng dengan kuah pekat, sate dengan saus kacang berlebihan, atau daging yang digoreng dengan minyak banyak. Kandungan garam dan lemak tambahan inilah yang lebih berisiko memicu tekanan darah naik.

2. Konsumsi Berlebihan

Makan daging kambing dalam jumlah besar juga dapat memberi beban pada sistem kardiovaskular. Terlebih jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi lemak dan rendah serat.

Orang dengan riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, atau penyakit jantung perlu lebih memperhatikan porsi makan daging kambing, agar tubuh tidak bekerja terlalu berat.

3. Kandungan Lemak pada Bagian Tertentu

Tidak semua bagian daging kambing memiliki kandungan lemak yang sama. Bagian yang masih banyak lemak menempel memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi. Karena itu, pemilihan daging tanpa lemak sangat dianjurkan agar lebih aman dikonsumsi.

Kandungan Gizi Daging Kambing

Dibandingkan daging sapi dan domba, daging kambing justru memiliki beberapa keunggulan nutrisi. Dalam 100 gram daging kambing terkandung sekitar 122 kalori, 2,6 gram lemak, protein sekitar 23-25 gram, serta zat besi yang cukup tinggi.

Sementara itu, kandungan lemak jenuh daging kambing juga lebih rendah dibandingkan daging sapi maupun domba. Kondisi ini membuat daging kambing sering dianggap sebagai pilihan daging merah yang lebih sehat, terutama jika dimasak dengan cara yang tepat.

Apakah Daging Kambing Aman untuk Penderita Hipertensi?

Penderita hipertensi tetap boleh mengonsumsi daging kambing, asalkan tidak berlebihan dan memperhatikan pola makan secara keseluruhan. Yang perlu diperhatikan adalah membatasi porsi, memilih bagian rendah lemak, mengurangi penggunaan garam.

Selain itu, perlu menghindari metode memasak yang terlalu berminyak. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi sayur, buah, dan makanan tinggi serat yang penting untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Cara Memasak Daging Kambing yang Lebih Sehat

Cara pengolahan daging kambing sangat berpengaruh terhadap kandungan lemak dan risiko kesehatan setelah dikonsumsi. Karena itu, penting memilih metode memasak yang tepat agar daging kambing tetap nikmat sekaligus lebih aman untuk tubuh.

  • Buang lemak yang menempel sebelum dimasak agar kandungan lemak jenuhnya lebih rendah.
  • Kurangi penggunaan garam dan penyedap tinggi sodium. Gunakan rempah alami untuk memperkuat rasa.
  • Hindari menggoreng. Metode memasak yang lebih dianjurkan adalah merebus, memanggang, membakar, atau mengukus.
  • Sajikan daging kambing bersama sayuran dan sumber serat agar gizi lebih seimbang.

Kenapa Makan Kambing Dianggap Bikin Darah Tinggi?

Anggapan tersebut muncul karena daging kambing sering dikonsumsi dalam bentuk makanan tinggi garam dan lemak. Ditambah lagi, banyak orang makan dalam jumlah berlebihan saat acara tertentu seperti Idul Adha atau hajatan.

Padahal, secara nutrisi daging kambing tidak lebih buruk dibandingkan daging merah lainnya. Jika dikonsumsi secara moderat dan dimasak dengan sehat, daging kambing tetap aman menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads