Seorang warga Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar diduga hanyut terbawa arus sungai saat mencari ikan mabuk. Saat ini, Basarnas tengah melakukan pencarian korban yang bernama Isnaini (50).
"Kemarin kami mendapatkan laporan dari BPBD Kabupaten Blitar, kemudian kami lakukan persiapan untuk proses pencarian terhadap korban. Dimulai dari titik awal lokasi korban diduga terjatuh," kata Koordinator Unit Siaga SAR Malang, Imam Nahrowi saat ditemui detikJatim, Selasa (19/5/2026).
Imam menyebut, korban diduga hanyut saat mencari ikan mabuk akibat flushing Bendungan Wlingi. Korban bersama sejumlah orang lainnya mencari ikan mabuk di pinggiran aliran Sungai Brantas. Nahas, korban diduga terseret arus sungai yang deras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dugaannya hanyut terseret arus saat mencari ikan mabuk di aliran Sungai Brantas, yang sebelumnya dilakukan flushing pada Bendungan Wlingi," terangnya.
Ada sekitar 40 personel gabungan yang diterjunkan dalam operasi pencarian terhadap korban. Sementara, proses pencarian korban dibagi menjadi dua tim yakni tim air dan darat. Tim air menggunakan perahu karet dengan menyusuri aliran Sungai.
Proses pencarian korban dimulai dari titik awal terjatuhnya korban hingga batas Bendungan Lodoyo. Adapun jaraknya sekitar 4 kilometer.
"Untuk sementara kami turunkan 1 perahu karet untuk menyisir di aliran sungai. Kalau memang diperlukan akan ditambah," katanya.
Menurut Imam, saat ini aliran Sungai Brantas tergolong menyusut akibat dampak flushing. Sehingga terdapat lumpur yang cukup padat di kawasan sepanjang sungai.
"Kondisi air menyusut, meskipun agak susah tapi semoga nanti pencarian bisa membuahkan hasil dan korban bisa ditemukan," tandasnya.
(irb/hil)











































