Langit Malang Raya mendadak jadi perbincangan hangat usai video diduga penampakan Unidentified Flying Object (UFO) viral di media sosial. Rekaman berdurasi 29 detik itu memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari balon udara, drone, hingga dugaan benda terbang misterius.
Video tersebut diunggah akun TikTok @wong alasan dan memperlihatkan sebuah objek bulat melayang diam di langit kawasan Coban Rais, Kota Batu. Latar perbukitan hijau khas Malang Raya membuat objek itu tampak mencolok hingga memancing rasa penasaran warganet.
Dalam video, terlihat objek berbentuk bulat dengan bagian bawah menyerupai kubah atau cawan terbalik. Objek itu tampak diam tanpa pergerakan jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UFO di atas malang," demikian tertulis dalam keterangan teks di dalam video tersebut seperti dilihat detikJatim, Minggu (17/5/2026).
Pengunggah video juga mengaku rekaman tersebut diambil di kawasan Coban Rais, Kota Batu.
"Iya waktu itu di sana (Coban Rais)," terang akun @wong alasan.
Unggahan itu langsung memicu perdebatan di kolom komentar. Sebagian netizen menduga benda tersebut hanyalah balon udara festival, sementara lainnya percaya itu fenomena misterius.
"Itu bukan ufo....tp balon udara yg dikudus kemaren... karnaval balon udara," tulis akun @Imam Kaze dalam komentar.
"Kenapa yah ufo tahun ini banyak yg muncul?," kata akun @Nallz.
Ada pula netizen yang mencoba meluruskan pemahaman soal istilah UFO.
"Ufo dan alien itu berbeda. Kalo kalian gatau apa itu UFO. UFO (Unidentified Flying Object) adalah istilah untuk benda terbang yang tidak dapat diidentifikasi. Fenomena ini mencangkup objek atau cahaya dilangit yang belum dikenali, seperti balon udara, pesawat eksperimental, atau fenomena alam. Kalo ALIEN itu seperti mahluk hidup dari luar angkasa.... jadi jangan samakan ufo sama alien," terang akun @BOY.
Fenomena viral tersebut kemudian mendapat perhatian dari pakar drone dan pendiri Federasi Drone Indonesia, Arya Dega. Menurutnya, istilah UFO sering disalahartikan publik sebagai benda luar angkasa, padahal maknanya lebih luas.
"UFO menurut saya sebagai orang penerbangan, ya sekedar objek terbang yang tidak atau belum dikenal karena beberapa faktor: tidak ntampak jelas, tidak dapat berkomunikasi langsung dengan objek, dan tidak ada kemiripan dengan objek terbang yang sudah kita kenal saat ini," ujar Arya saat dihubungi detikJatim pada Minggu (17/5/2026).
Arya menilai masyarakat kerap langsung mengaitkan UFO dengan alien karena keterbatasan visual dalam video.
"Orang kalau baca atau dengar UFO langsung kesimpulannya alien. Padahal belum tentu. Dan perlu diingat juga, definisi alien adalah 'orang tak dikenal'. Jadi UFO itu benda melayang tak dikenal, sedangkan alien adalah manusia atau orang tak dikenal. Kalau merujuk makhluk luar angkasa atau dimensi lain, itu sudah ranahnya scientist (ilmuwan)," jelasnya.
Saat dimintai pendapat terkait bentuk objek dalam video, Arya mengaku melihat kemiripan dengan balon udara yang mulai mengempis.
"Iya, kalau dari video mirip balon udara yang bagian atasnya mulai kempes berkurang volumenya," tandasnya.
Analisis BETA UFO
Sementara itu, Ketua BETA UFO Indonesia Mohammad Reza Wardhana turut melakukan analisis terhadap video viral tersebut. Ia membandingkan rekaman dari Kota Batu dengan video lain yang disebut-sebut direkam di Banyuwangi.
Menurut Reza, video UFO di Banyuwangi diduga hasil rekayasa AI karena minim saksi dan terlalu singkat.
"Video di awal (Banyuwangi) menurut saya AI. Sederhananya, tidak ada laporan dari saksi yang lain dan video cenderung terlalu singkat," kata Reza saat dihubungi detikJatim, Minggu (17/5/2026).
Namun berbeda dengan video Kota Batu, Reza justru menemukan sejumlah kejanggalan yang membuatnya tertarik mendalami objek tersebut.
"Ketika brightness diturunkan, kita bisa lihat bagian terang obyek karena menghadap sinar matahari senada dengan bagian terang pada awan di bawah obyek. Saya sudah kontak langsung dengan yang punya video aslinya, obyek ini bisa dibilang aneh," ungkapnya.
Menurut keterangan saksi mata yang diperoleh Reza, benda itu berbentuk seperti mangkuk dan tidak bergerak cukup lama di langit.
"Saksi mengatakan, bentuknya seperti mangkok. Awalnya saya kira itu balon udara atau pibal untuk observasi cuaca. Tapi saksi mengatakan obyek baru hilang sekitar 3 jam pas saksi mata dan keluarga mau pulang," katanya.
"Sempat diawasi selama 15 menit tapi tidak bergerak. Kalau kita googling ciri-ciri balon cuaca, harusnya dia bergeser," imbuhnya.
Reza juga menyoroti tidak adanya data pelepasan balon cuaca di wilayah Malang. Menurutnya, balon observasi cuaca di Jawa Timur umumnya diterbangkan dari BMKG Juanda, Sidoarjo.
"Kantor BMKG yang ini umumnya digunakan untuk pelepasan balon cuaca. Saya tidak menemukan data pelepasan balon cuaca di Malang," jelasnya.
Dari hasil analisis sementara, Reza meyakini objek tersebut benar-benar terekam kamera dan bukan manipulasi visual.
"Kesimpulan saya, obyek ini real direkam terbukti arah sinar matahari gelap terang senada dengan gelap terang awan di bawah obyek," tuturnya.
"Saya tidak menemukan kecocokan data dengan balon udara. Ciri benda berbentuk mangkok, tidak mirip dengan balon, tidak bergeser. Jadi, ini benda terbang yang misterius," lanjutnya.
Bahkan, ia mengaku memiliki keyakinan cukup tinggi bahwa benda tersebut layak disebut UFO.
"Ya, saya ada keyakinan 70-80 persen bisa disebut UFO," pungkasnya.
Simak juga Video 'Heboh Pentagon Rilis File UFO, Tapi Pakar Bilang Gak Menarik':











































