Semerbak Bunga di Parade Surabaya Vaganza Meriahkan HJKS ke-733

Semerbak Bunga di Parade Surabaya Vaganza Meriahkan HJKS ke-733

Chilyah Auliya - detikJatim
Minggu, 17 Mei 2026 06:45 WIB
Meriahnya Parade Surabaya Vaganza 2026
Surabaya Vaganza. (Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim)
Surabaya -

Parade Surabaya Vaganza yang penuh bunga dan konsep yang segar meramaikan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Parade ini sukses menyedot perhatian publik lewat sajian visual yang masif.

Salah satu daya tarik utama yang memadati rute protokol adalah kemunculan satu unit mobil hias raksasa berbentuk kupu-kupu mekanis yang memadukan keindahan belasan varietas bunga segar.

Pawai publik ini sekaligus menjadi panggung sinergi lintas sektor, di mana salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya serta salah perusahaan swasta nasional di bidang industri pangan olahan kompak menyajikan konsep hiburan yang interaktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara umum, konsep yang diusung dalam parade kali ini tidak sekadar menampilkan kendaraan hias statis, melainkan sebuah pertunjukan seni berjalan.

ADVERTISEMENT

Pada bagian atas kendaraan, terdapat instalasi kupu-kupu berukuran besar yang sayapnya dapat bergerak secara otomatis menggunakan sistem mekanis robotik di bagian belakang dekorasi yang tersambung dengan daya listrik.

Dinamika di lapangan semakin hidup dengan hadirnya panggung visual yang mengusung tema interactive dancer di stage. Di sepanjang rute parade, para penari interaktif tampil dinamis di atas panggung berjalan dan berinteraksi langsung dengan para penonton.

Guna memastikan jalannya koreografi tetap rapi di tengah lautan penonton manajemen pembagian personel diterapkan secara ketat. Salah satu perusahaan menerjunkan belasan talenta sebagai ikon teatrikal berjalan dengan barisan color guard pembawa bendera di garda depan untuk membuka jalur sekaligus mempertegas estetika barisan.

Masuk ke detail teknis pembuatan, badan kendaraan dilapisi secara rapat oleh belasan varietas bunga yang dikombinasikan sedemikian rupa untuk membentuk gradasi warna yang natural.

"Secara keseluruhan, jenis bunga yang kita bawa dan gunakan itu ada lebih dari 15 jenis bunga berbeda," ujar Jefri, sekretaris perusahaan.

Proses logistik untuk mengumpulkan belasan jenis bunga ini sudah berjalan sejak dua minggu sebelum acara.

Namun, demi menjaga kualitas dan kesegaran kelopak bunga saat menyapa warga, proses merangkai secara intensif baru digarap sekitar tiga hingga empat hari menjelang hari pelaksanaan.

Struktur rumit pada satu armada ini diselesaikan oleh tim dekorator yang mengerahkan sekitar 20 orang perangkai khusus, di luar tim pengawal kendaraan yang berkekuatan 15 hingga 20 orang.

Pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa total estimasi dana yang dialokasikan khusus untuk menyukseskan satu proyek armada kolaborasi ini menyentuh angka puluhan juta rupiah.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads