Full! Pengunjung Surabaya Vaganza Parkir Kendaraan hingga di Bahu Jalan

Full! Pengunjung Surabaya Vaganza Parkir Kendaraan hingga di Bahu Jalan

Chilyah Auliya - detikJatim
Sabtu, 16 Mei 2026 21:27 WIB
Sengkarut parkir Surabaya Vaganza 2026
Sengkarut parkir Surabaya Vaganza 2026 (Foto: Chilyah Auliya/detikJatim)
Surabaya -

Gelaran Surabaya Vaganza 2026 pada Sabtu (16/5/2026) malam diwarnai kepadatan kendaraan di pusat kota. Seluruh kantong parkir resmi tak mampu menampung lonjakan pengunjung, sehingga sebagian warga terpaksa memarkir kendaraan di bahu jalan sekitar rute parade.

Parade visual tahunan ini melintasi jalur panjang di jantung Kota Surabaya. Rombongan dimulai dari titik start di Jalan Pahlawan, kemudian melewati Jalan Tembaan, Gemblongan, Siola, Jalan Tunjungan, depan Hotel Majapahit, Gedung Grahadi, Taman Apsari, Balai Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, hingga berakhir di Monumen Bambu Runcing.

Petugas gabungan dari Satpol PP, Polrestabes Surabaya, dan Dinas Perhubungan (Dishub) telah melakukan sterilisasi rute dengan barikade kanan-kiri sejak pukul 16.00 WIB saat persiapan di Jalan Johar. Namun saat parade diberangkatkan sekitar pukul 18.00 WIB, arus kendaraan menuju pusat kota langsung meningkat tajam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut membuat seluruh kantong parkir resmi yang disediakan panitia penuh dalam waktu singkat. Bahkan, area parkir dalam ruangan seperti Tunjungan Plaza (TP) yang biasanya cukup luas juga tidak lagi mampu menampung kendaraan pengunjung.

"Full, Mbak. Coba ke arah Blauran, Polrestabes, atau Embong Malang," ujar salah satu petugas di sekitar kawasan Siola.

ADVERTISEMENT

Situasi itu membuat sejumlah pengunjung akhirnya memilih parkir di bahu jalan di sekitar rute parade. Kondisi tersebut terjadi setelah mereka berputar-putar mencari lokasi parkir yang masih tersedia di tengah kemacetan.

"Tadi sudah keliling-keliling, Mbak. Tapi ternyata parkir resmi yang disediakan penuh semua, bahkan di dalam TP juga penuh. Jadinya terpaksa parkir seadanya di pinggir jalan yang kosong, langsung sikat saja daripada terjebak macet terus," keluh salah satu pengunjung, Sony (28).

Kondisi di area pedestrian atau trotoar tidak kalah semrawut. Sebagian warga memilih mengamankan posisi dengan menunggu di kafe-kafe sepanjang Jalan Tunjungan sejak siang hari, lalu berhamburan keluar saat gemuruh musik parade mulai terdengar dari kejauhan.

"Saya sih sudah nge-tem tempat dari siang menuju sore tadi biar dapat antrean paling depan. Ternyata banyak yang berpikir serupa, ujungnya tetap ramai dan padat juga," kata Lisha (19).

Memasuki pukul 19.15 WIB, atmosfer di kawasan koridor Tunjungan semakin sesak. Kendati batas barikade jalan sudah terkunci rapat oleh penonton, arus manusia di trotoar justru saling berbenturan karena banyak warga yang nekat berjalan melawan arah untuk mencari celah pandang.

Aksi saling serobot di tengah kerumunan yang menyengat ini sempat memicu ketidaknyamanan. Sejumlah wisatawan asing (turis) yang terjebak di tengah lautan manusia bahkan kedapatan berulang kali mengumpat dengan bahasa mereka karena kesal akibat kondisi jalanan yang tidak tertib dan saling berdesakan.

Sekitar pukul 19.38 WIB, barisan parade mulai meramaikan kawasan Tunjungan secara berkala. Hingga pukul 20.27 WIB, arus parade terpantau berjalan bergantian dengan jeda waktu antar kontingen yang cukup lama.

Meski diwarnai keluhan terkait sengkarut parkir dan aksi saling sikut di trotoar, antusiasme mayoritas warga Surabaya tetap membuncah.

Sebagian penonton yang membawa anak kecil memilih untuk pulang lebih awal demi menghindari puncak kemacetan saat bubaran, namun mayoritas massa memilih bertahan di lokasi hingga seluruh rangkaian acara selesai.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads