Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya masih ditutup pasca-kebakaran yang terjadi pada Jumat (15/5) kemarin. Seluruh pasien telah dievakuasi ke ruang yang aman.
Sebagaimana pantauan detikJatim pada Sabtu (16/5), garis hitam-kuning masih terpasang di area gedung PPJT. Sempat terlihat mobil Inafis Polrestabes Surabaya dengan beberapa petugas keluar dari area parkir depan gedung PPJT.
Nampak pula petugas keamanan rumah sakit yang siaga di sekitar lokasi gedung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk PPJT masih ditutup. Pasien rawat inap dievakuasi semua," ujar Staf Instalasi Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD dr Soetomo Adin Niken Primasari saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (16/5/2026).
Niken menyebut, proses penyelidikan dilakukan oleh petugas kepolisian. Sementara pihak manajemen saat ini masih berdiskusi untuk pemindahan layanan rawat jalan PPJT yang akan buka pada hari Senin (18/5) mendatang.
"Manajemen masih berdiskusi untuk plan pemindahan layanan rawat jalan PPJT yang buka hari Senin," tuturnya.
Diketahui, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.20 WIB di lantai 5 Gedung PPJT RSUD dr Soetomo pada Jumat (15/5). Berdasarkan data resmi rumah sakit dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, api diduga berasal dari ruang farmasi.
Kabid Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, M Rokhim menyebut dugaan awal kebakaran dipicu korsleting listrik.
"Diduga dari korsleting listrik kabel lemari es farmasi," kata Rokhim, Jumat (15/5/2026).
Insiden itu menyebabkan 44 pasien harus dievakuasi ke sejumlah ruangan lain di area rumah sakit. Total 44 pasien itu berhasil dipindahkan dalam kondisi darurat ke area pelayanan lain yang telah disiapkan, di antaranya Ruang Observasi Intensif (ROI), High Care Unit (HCU) Graha Amerta, Ruang Buffer IGD, serta Intensive Care Unit (ICU) Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT).
Dirut RSUD dr Soetomo Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa turut memastikan seluruh layanan darurat tetap berjalan dan pasien kini berada di lokasi aman.
"Saat ini pasien-pasien aman di tempatnya masing-masing dan layanan tidak terganggu dan layanan bisa dilakukan di gedung-gedung yang lain karena itu emergency," jelas Prof Cita.
(auh/hil)
