5 Fakta Dramatisnya Evakuasi Pasien Saat Kebakaran PPJT RSUD dr Soetomo

5 Fakta Dramatisnya Evakuasi Pasien Saat Kebakaran PPJT RSUD dr Soetomo

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 16 Mei 2026 10:40 WIB
Kepulan asap hitam membumbung dari Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya saat kebakaran terjadi, Jumat (15/5/2026) pagi.
Kebakaran RS Dr Soetomo Surabaya(Foto: Esti Widiyana/ detikjatim)
Surabaya -

Kebakaran yang melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat (15/5/2026), memicu kepanikan besar di rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia Timur tersebut. Asap hitam pekat yang membumbung dari lantai 5 membuat puluhan pasien jantung harus dievakuasi darurat ke gedung lain.

Di balik proses evakuasi itu, tersimpan cerita dramatis mulai dari keluarga pasien yang nekat menggendong kerabatnya menuruni tangga darurat, petugas rumah sakit yang tumbang akibat menghirup asap, hingga satu pasien kritis yang meninggal dunia saat proses stabilisasi medis berlangsung.

Berikut 5 fakta kebakaran Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Keluarga Pasien Panik Evakuasi Lewat Tangga Darurat

Kepulan asap disebut muncul sangat cepat hingga menyelimuti beberapa lantai gedung PPJT, membuat keluarga pasien dan tenaga medis panik menyelamatkan pasien yang baru menjalani operasi jantung.

Karena lift tak memungkinkan digunakan di tengah situasi darurat, pasien akhirnya dievakuasi manual dengan cara digendong melewati tangga darurat yang sempit.

ADVERTISEMENT

"Aku baru datang, sama itu asap di jantung terpadu, di lantai 4 itu asapnya gede. Ketahuannya sudah sesak, perawatnya yang panggil-panggil. Sudah bau-bau gitu loh," ujar salah satu keluarga pasien di lokasi kejadian.

Keluarga pasien lainnya mengaku proses evakuasi berlangsung penuh kepanikan karena banyak pasien dalam kondisi lemah dan tidak boleh banyak bergerak usai tindakan medis. Namun dalam situasi darurat, mereka terpaksa mengangkat pasien bersama tempat tidurnya demi menyelamatkan nyawa.

"Nggak nutut kalau lift, panik gitu mesti lewat tangga darurat. Nunggu kalau lift mah nggak bisa langsung. Akhirnya digendong, iya digendong sama kasurnya, nggak muat di tangga besar. Nah itu susah tangganya. Kalau sudah panik nggak kerasa beratnya," ungkapnya.

"Itu Bapak itu baru operasi pemasangan ring, apa itu pacu jantung, harusnya nggak boleh gerak kan? Tadi darurat diangkat-angkat nggak tahu gimana itu di atas lagi," tambahnya.

2. Asap Pekat Diduga Berasal dari Area Farmasi

Warga dan keluarga pasien di lokasi menyebut asap hitam pekat yang memenuhi gedung diduga berasal dari area farmasi atau gudang obat-obatan di lantai 5. Banyaknya material plastik dan kemasan obat disebut membuat asap semakin tebal dan memperburuk proses evakuasi pasien di ruang ICU.

"Iya farmasi, gudang obat-obatan. Kalau terbakar kimia kan rentan. Ini orang-orang panik semua, langsung berhamburan keluar. Abu-abu sampe hitam mbak. Kan plastik obat, kayak styrofoam kemasan-kemasan itu kan. Ngeri, apalagi di atas itu ada ICU, tempat orang-orang nggak berdaya kan, jadi evakuasinya tambah sulit," jelas salah satu keluarga pasien.

Dugaan itu diperkuat keterangan pihak pemadam kebakaran yang menyebut titik api memang berasal dari ruang farmasi di lantai 5 Gedung PPJT. Petugas juga menduga kebakaran dipicu korsleting listrik pada kabel lemari pendingin farmasi.

"Diduga dari korsleting listrik kabel lemari es farmasi," kata Kabid Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, M Rokhim kepada detikJatim.

3. Empat Petugas RS Jadi Korban Saat Selamatkan Pasien

Aksi heroik dilakukan sejumlah petugas RSUD dr Soetomo yang nekat menerobos kepulan asap demi memastikan pasien bisa dievakuasi dengan aman. Akibat aksi penyelamatan itu, empat petugas rumah sakit mengalami gangguan pernapasan dan harus mendapat perawatan medis.

"Yang terdampak asap itu petugas kami, ada 4 orang. Termasuk di antaranya adalah ketua koordinator tim api (Code Red)," kata Dirut RSUD dr Soetomo Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Jumat (15/5/2026).

Meski telah menggunakan alat pelindung diri, kondisi asap di area farmasi disebut sangat pekat hingga membuat para petugas terdampak. Namun pihak rumah sakit memastikan seluruh petugas kini dalam kondisi stabil setelah mendapatkan penanganan medis.

"Mereka menggunakan alat, tapi karena menerobos masuk untuk memastikan keamanan pasien, akhirnya terdampak. Alhamdulillah saat ini sudah tertangani dengan baik," jelasnya.

4. Sebanyak 44 Pasien Berhasil Dievakuasi

Kebakaran yang terjadi sejak pukul 06.20 WIB membuat puluhan pasien jantung harus dipindahkan ke sejumlah ruang layanan lain di lingkungan RSUD dr Soetomo. Data terbaru rumah sakit mencatat total 44 pasien berhasil dievakuasi dengan aman dan cepat ke area pelayanan pengganti.

"Hingga saat ini, sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi dengan aman dan cepat menuju area pelayanan lain yang telah disiapkan," kata Kepala Instalasi Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD dr Soetomo, dr Martha Kurnia K.

Pasien dipindahkan ke berbagai ruang alternatif seperti ROI, HCU Graha Amerta, Ruang Buffer IGD hingga ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT). Rumah sakit memastikan seluruh terapi dan perawatan pasien tetap berjalan dengan pengawasan tenaga medis yang sama.

5. Satu Pasien Kritis Meninggal Saat Proses Stabilisasi

Di tengah proses evakuasi darurat, terdapat dua pasien ICCU dalam kondisi kritis yang menggunakan ventilator dan harus segera dipindahkan ke Ruang Resusitasi IGD. Salah satu pasien akhirnya berhasil distabilkan, sementara satu pasien lainnya meninggal dunia saat proses penyelamatan berlangsung.

"Sementara 1 pasien lainnya yang dalam kondisi kritis dinyatakan meninggal dalam proses upaya stabilisasi di Ruang RES. Pasien tersebut merupakan pasien rujukan yang menjalani tindakan operasi jantung, dan pasca operasi kondisinya masih kritis dengan menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator) serta menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis)," jelasnya.

Pihak rumah sakit memastikan seluruh layanan kegawatdaruratan jantung tetap berjalan meski Gedung PPJT mengalami kebakaran. Untuk sementara, pelayanan jantung 24 jam dialihkan ke Gedung Bedah Pusat Terpadu sambil menunggu proses sterilisasi dan evaluasi gedung selesai dilakukan.

Halaman 2 dari 2
(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads