Daftar BUMN dan Lembaga Strategis yang Masuk Ekosistem KDMP

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Sabtu, 16 Mei 2026 17:00 WIB
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih/Foto: Dok Laman Desa Pesahangan
Surabaya -

Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih kini tak lagi sekadar proyek koperasi biasa. Pemerintah mulai membangun ekosistem besar dengan melibatkan berbagai kementerian, lembaga strategis, hingga BUMN untuk memperkuat fungsi koperasi desa sebagai pusat ekonomi, layanan sosial, hingga perlindungan masyarakat.

Mengutip CNBC Indonesia, Menteri Koperasi Ferry Juliantono resmi mengintegrasikan berbagai kementerian, lembaga, dan BUMN ke dalam program strategis nasional ini melalui penandatanganan kerja sama pada 11 Mei 2026 di Jakarta.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Kopdes Merah Putih diproyeksikan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial baru di tingkat desa.

BUMN dan Lembaga yang Resmi Bergabung dalam Kopdes Merah Putih

Dalam pengembangan program ini, Kementerian Koperasi menggandeng sejumlah pihak strategis, mulai dari kementerian, lembaga negara, hingga badan yang mendukung pembiayaan dan perlindungan tenaga kerja. BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu entitas penting yang masuk dalam ekosistem Kopdes Merah Putih.

Kehadirannya difokuskan untuk memberikan perlindungan sosial kepada pekerja, pengurus, hingga anggota koperasi yang memiliki aktivitas kerja.

Selain itu, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) turut dilibatkan untuk mendukung pembiayaan usaha masyarakat desa melalui skema keuangan mikro. Sementara Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan membantu meningkatkan kualitas serta standarisasi produk koperasi agar lebih kompetitif.

Program ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), khususnya dalam mendorong transformasi kelompok perempuan menjadi badan usaha koperasi produktif.

Produk Kelompok Perempuan Masuk Ekosistem Koperasi

Kopdes Merah Putih tidak hanya difungsikan sebagai pusat distribusi ekonomi desa, tetapi juga akan menjadi wadah pemasaran produk kelompok perempuan binaan pemerintah.

Ferry menyebut hasil produksi kelompok perempuan nantinya dapat dipasarkan melalui gerai koperasi desa, sehingga membuka akses pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, koperasi ini juga dirancang memiliki unit layanan masyarakat seperti gerai obat dan klinik kesehatan. Dengan begitu, Kopdes Merah Putih diposisikan sebagai pusat layanan terpadu yang menyentuh kebutuhan ekonomi sekaligus sosial masyarakat desa.

Perempuan Didorong Masuk Struktur Pengurus

Dirangkum dari CNBC Indonesia, Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam struktur kepengurusan koperasi.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam pengembangan koperasi, bahkan di sejumlah wilayah justru menjadi pihak yang paling progresif dalam mendorong pertumbuhan usaha. Keterlibatan ini dinilai penting agar koperasi desa tidak hanya menjadi motor ekonomi, tetapi juga alat pemberdayaan sosial yang inklusif.

Potensi Besar BPJS Ketenagakerjaan dari Ekosistem Kopdes

Dilansir dari sumber yang sama, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat juga mengungkapkan bahwa program ini membuka peluang besar perluasan peserta baru.

Saat ini terdapat hampir 142 ribu koperasi di Indonesia, namun baru sekitar 9 ribu yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Dengan target pembentukan sekitar 81 ribu Kopdes Merah Putih, potensi perluasan perlindungan tenaga kerja dinilai sangat signifikan.

Hal ini menjadikan Kopdes Merah Putih bukan hanya proyek ekonomi desa, tetapi juga instrumen perluasan jaminan sosial nasional.



Simak Video "Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Lapangan Kerja bagi Generasi Muda"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork