Api yang menyebabkan kebakaran di lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya diduga berasal dari ruangan farmasi. Petugas yang menangani kebakaran menjelaskan soal dugaan penyebab kebakaran di rumah sakit rujukan pusat di wilayah Indonesia Timur tersebut.
Berdasarkan data resmi dari pihak rumah sakit maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, kebakaran di gedung PPJT RSUD dr Soetomo berasal dari lantai 5 ruang farmasi. Kebakaran yang terjadi sejak pukul 06.20 WIB itu menyebabkan lebih dari 40 Lebih pasien di gedung itu dievakuasi ke ruangan lain.
Kabid Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, M Rokhim membenarkan bahwa kebakaran di PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya memang berasal dari ruang farmasi. Dia juga menyebutkan dugaan penyebab api muncul pertama kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diduga dari korsleting listrik kabel lemari es farmasi," kata Rokhim kepada detikJatim, Jumat (15/5/2026).
Dari sebelumnya ada sebanyak 39 pasien yang dievakuasi berdasarkan data BPBD dan DPKP Surabaya, pihak rumah sakit telah menyampaikan data termutakhir, yakni sebanyak lebih dari 40 pasien yang dievakuasi.
"Hingga saat ini, sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi dengan aman dan cepat menuju area pelayanan lain yang telah disiapkan," kata Kepala Instalasi Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD dr Soetomo, dr Martha Kurnia K dalam keterangan tertulis yang diterima detikJatim.
Pasien dievakuasi di Ruang Observasi Intensif (ROI), High Care Unit (HCU) Graha Amerta, Ruang Buffer IGD, serta Intensive Care Unit (ICU) Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT). Seluruh proses evakuasi dilakukan sesuai kondisi klinis masing-masing pasien dan di bawah pengawasan tenaga medis.
Proses perawatan, pengobatan, dan program terapi pasien yang berpindah lokasi dipastikan tetap berjalan sesuai rencana dengan tim dokter dan keperawatan yang sama. Martha mengatakan saat proses evakuasi ada 2 pasien di ICCU dalam kondisi kritis dan terpasang alat bantu napas ventilator.
Kedua pasien itu berhasil dievakuasi ke Ruang Resusitasi (RES) IGD dengan kondisi 1 pasien berhasil dilakukan stabilisasi.
"Sementara 1 pasien lainnya yang dalam kondisi kritis dinyatakan meninggal dalam proses upaya stabilisasi di Ruang RES. Pasien tersebut merupakan pasien rujukan yang menjalani tindakan operasi jantung, dan pasca operasi kondisinya masih kritis dengan menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator) serta menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis)," jelasnya.
Data Pasien yang Dievakuasi Saat Kebakaran
Lantai 1 (2 pasien)
1. Aji Wicaksono
2. Jumani (65 Tahun)
Lantai 2 (5 pasien)
1. Gunawan Sapto (66 Tahun )
2. Khalila (7 Bulan)
3. Nono Budiarto (56 Tahun)
4. Widianti (57 Tahun)
5. Almas Abd. Rohman (40 Tahun)
Lantai 3 (20 Pasien)
1. Setia Budi (60 Tahun)
2. Rohadi (63 Tahun)
3. M Toha (52 Tahun)
4. Syamsyudin yaqob (65 Tahun)
5. Marsinah (59 Tahun)
6. Totok Sugeng (62 Tahun)
7. Siti masyaroh (48 Tahun)
8. Dwi Nur Rahma (55 Tahun)
9. Asiyah (62 Tahun )
10. Darma Yudha (30 Tahun)
11. sutria (76 Tahun)
12. M. Ghozali (69 Tahun)
13. Salis Hamida (52 Tahun)
14. M Ibrahim (74 Tahun)
15. Nabat Ramsyah (73 Tahun)
16. Anni Musriani (70 Tahun)
17. Sutriadi
18. Badri
19. Ninik Sri Ekowati
20. Edy lasmono
Lantai 4 (2 Pasien)
1. Mafizah (12 Tahun)
2. Choiriyah
Lantai 5 (1 Pasien)
1. Muh. Safik
Lantai 6 (9 Pasien)
1. Setiawati ( 52 Tahun )
2. Sunawati (37 Tahun)
3. Achmad Subaidi (46 Tahun)
4. Kholili (49 Tahun)
5. Hilda ( 17 Tahun )
6. Suwanto ( 68 Tahun )
7. Siti Fatimah ( 5 Tahun)
8. Riski Sardi ( 32 Tahun )
9. Sutaji (46 Tahun) ( meninggal dunia)
1 Pasien dari lantai 6 dinyatakan meninggal dunia oleh Tim Medis IGD RSUD dr Soetomo
Identitas Pasien Meninggal
Nama : Sutaji
Usia : 46 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Kapuan
Kelurahan: Kapuan
Kecamatan : Cepu
Kabupaten : Blora
(ihc/dpe)











































