Kebakaran PPJT RSUD dr Soetomo, Hidran Tak Maksimal Saat Pemadaman

Kebakaran PPJT RSUD dr Soetomo, Hidran Tak Maksimal Saat Pemadaman

Chilyah Auliya - detikJatim
Jumat, 15 Mei 2026 10:26 WIB
Kepulan asap di gedung PPJT RS Dr Soetomo SUrabaya
Kepulan asap di gedung PPJT RS Dr Soetomo Surabaya (Foto: Esti Widiyana/ detikjatim)
Surabaya -

Sebanyak 13 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kebakaran Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya, Jumat (15/5/2026). Masing-masing unit diisi sekitar enam personel untuk membantu proses pemadaman dan evakuasi korban.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas pemadam kebakaran mengatakan, sistem hidran gedung tidak berfungsi optimal.

Ketua Tim Kerja Operasional Damkar Surabaya, Trianjaya mengatakan, pihaknya sempat mencoba menggunakan fasilitas hidran internal milik rumah sakit saat api mulai berkobar di ruang bedah jantung lantai 5. Namun, tekanan air dari sistem hidran tidak mencukupi untuk menjangkau area atas gedung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tadi mencoba menggunakan hidran rumah sakit, tapi ternyata tekanan airnya tidak mencukupi untuk menjangkau lantai atas. Jadi kami menggunakan air dari 13 unit yang kami kerahkan," tegasnya.

Kondisi kebakaran di RS Dr Soetomo SurabayaKondisi Hydrant di RS Dr Soetomo Surabaya Foto: Esti Widiyana/ detikjatim)

Insiden kebakaran ini mengakibatkan dua orang menjadi korban. Keduanya dievakuasi petugas dari lantai 6 gedung tersebut.

ADVERTISEMENT

"Awal waktu evakuasi satu kritis dan satu MD (meninggal dunia). Nanti bisa dikroscek lagi dari RSUD dr Soetomo," tambah Trianjaya.

Sementara itu, pasien lain yang berada di area terdampak berhasil dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (UGD) oleh petugas pemadam kebakaran bersama pihak rumah sakit sebelum api membesar.

Api akhirnya berhasil dipadamkan. Hingga pukul 08.40 WIB, petugas masih melakukan proses pengeluaran asap menggunakan blower dan sistem exhaust rumah sakit guna memastikan area aman dari sisa asap dan gas berbahaya.

"Kami juga melakukan pengecekan dari lantai 6 sampai ke bawah untuk memastikan tidak ada rambatan api lagi. Untuk pasien, saat ini areanya sudah kosong," pungkasnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads