Kehadiran Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuat suasana panen raya kedelai di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Kamis (14/5/2026), menjadi lebih cair.
Di tengah sambutannya, Mentan Amran melontarkan guyonan yang langsung disambut tawa ratusan petani dan tamu undangan. Momen itu terjadi saat Amran menyinggung ekspektasi pemerintah daerah terhadap kedatangannya ke Nganjuk.
Ia berseloroh, yang paling ditunggu oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan jajarannya bukanlah pidato para pejabat yang hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang ditunggu-tunggu Bupati Nganjuk dan jajarannya sebenarnya bukan pidato saya, atau Ketua Komisi IV DPR RI, atau Panglima TNI. Tapi, Pak Menteri ini bawa apa ke Nganjuk," kata Amran, memancing gelak tawa hadirin.
Mentan Amran kemudian menanyakan luas lahan kedelai di Nganjuk kepada Marhaen Djumadi. Saat dijawab seluas 2.000 hektare, ia kembali melempar candaan terkait latar belakang Marhaen sebagai dosen.
"Kalau dosen atau birokrat itu biasanya jawabannya apa adanya. Dua ribu ya dua ribu. Beda kalau pengusaha atau pedagang, pasti bilangnya lima ribu hektare. Mumpung ada menteri, biar dikasih lima ribu," ujarnya, disambut tawa, termasuk dari Marhaen sendiri.
Meski menjadi bahan candaan, Bupati Marhaen mengaku senang karena kunjungan tersebut berujung pada bantuan konkret untuk petani. Di hadapan para petani, Mentan Amran menyatakan Kementerian Pertanian siap mengalokasikan bantuan benih kedelai untuk pengembangan lahan seluas 2.000 hektare di Nganjuk. Benih tersebut dibeli melalui APBN dan langsung disalurkan kepada petani.
Tak berhenti di situ, setelah Marhaen menyampaikan kebutuhan alat dan mesin pertanian, Mentan Amran kembali mengonfirmasi dukungan anggaran kepada Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Hariadi.
Setelah mendapat persetujuan, Amran langsung mengumumkan bantuan lima unit hand tractor untuk petani di Nganjuk. Keputusan spontan tersebut langsung disambut sorak sorai para petani.
Panen raya kedelai di Desa Ngudikan menjadi bagian dari program percepatan swasembada nasional. Kegiatan itu digelar di lahan seluas 100 hektare dari total areal tanam 400 hektare di Kecamatan Wilangan.
Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Panglima TNI Agus Subiyanto hingga KSAL Muhammad Ali.
(ihc/hil)
