Marak Kasus Bunuh Diri, MUI Minta Pemerintah Perkuat Ekonomi Rakyat

Marak Kasus Bunuh Diri, MUI Minta Pemerintah Perkuat Ekonomi Rakyat

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 14 Mei 2026 18:30 WIB
ilustrasi bunuh diri
Ilustrasi bunuh diri/Foto: berbuatbaik.id
Surabaya -

Fenomena bunuh diri belakangan kerap terjadi di Jawa Timur. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah perkuat ekonomi rakyat di tengah situasi yang sulit saat ini.

"Kita tahu pemerintah saat ini tengah fokus sekali menggarap program makan bergizi gratis (MBG). Saya kira itu cara pemerintah hadir langsung ke masyarakat. Namun, pemerintah juga harus memperkuat ekonomi terutama level mikro yang saat ini tidak baik-baik saja karena teknologi atau kondisi keuangan yang sulit," kata Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma'ruf Khozin saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (14/5/2026).

Kiai Ma'ruf menuturkan, faktor ekonomi diduga menjadi penyebab utama maraknya kasus bunuh diri belakangan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Maka perlunya pemerintah memperkuat dengan berbagai program yang fokus pada ekonomi kerakyatan," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Kiai Ma'ruf mengatakan, ada tiga faktor orang nekat melakukan bunuh diri. Pertama karena faktor keuangan atau ekonomi. Kedua faktor kesehatan atau sedang sakit, dan ketiga faktor keluarga dalam hal ini bisa termasuk masalah asmara, atau masalah keluarga (anak, istri, suami).

"Kami melihat problemnya di seputaran tiga hal tersebut. Dan memang kita tahu saat ini masa-masa yang sulit terutama kaitannya dengan keuangan atau ekonomi," jelasnya.

"Bisa jadi ada yang nekat melakukan bunuh diri karena terlilit masalah ekonomi, yang awalnya ekonominya baik-baik saja, kini menjadi sulit. Apapun alasannya tidak boleh," jelasnya.

Ma'ruf menegaskan warga khususnya umat muslim harus mendekatkan diri ke Allah SWT agar dibukakan mata hati dan batinnya.

"MUI mengimbau bagi semua pihak yang mengalami kesulitan saat ini, entah itu ekonomi, keluarga, kesehatan, dekatkan diri kepada sang pencipta. Perbanyak ibadah dan mengingat pencipta, termasuk mengingat keluarga," jelasnya.

"Apakah bunuh diri menyelesaikan masalah di dunia? Tentu tidak. Itu akan jadi masalah baru untuk keluarga yang ditinggalkannya, misalkan dia merupakan kepala keluarga, terus bagaimana anak dan istrinya? Kami benar-benar meminta agar warga, umat muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan perbanyak beribadah, berpikir jernih," tambahnya.

Kiai Ma'ruf menyarankan kepada warga yang sedang menghadapi masalah untuk berkonsultasi ke layanan-layanan milik pemerintah yang bisa diakses secara gratis untuk menyampaikan keluh kesahnya.

"Pemerintah juga harus hadir ke rakyatnya melalui layanan-layanan, bisa layanan psikolog gratis untuk warga agar tidak terjadi kasus serupa, terutama di Jawa Timur," tandasnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads