Waspada! Ini Tanda Dehidrasi yang Sering Tak Disadari Saat Cuaca Panas

Waspada! Ini Tanda Dehidrasi yang Sering Tak Disadari Saat Cuaca Panas

Aprilia Devi - detikJatim
Kamis, 14 Mei 2026 08:45 WIB
Ilustrasi cuaca panas di Surabaya.
Ilustrasi cuaca panas di Surabaya (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Cuaca panas dan musim kemarau membuat risiko dehidrasi meningkat. Kondisi ini sering kali tidak disadari, padahal kekurangan cairan bisa memengaruhi daya tahan tubuh hingga memicu gangguan kesehatan.

Ahli Gizi dari Ottimmo International, Dr. Heni Adhianata mengatakan, tanda dehidrasi kerap muncul dalam bentuk gejala ringan yang terkadang diabaikan masyarakat.

"Biasanya itu pusing, gampang lelah, itu sebenarnya tanda tubuh kita kekurangan cairan," ujar Heni saat dihubungi detikJatim, Kamis (14/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, suhu tubuh yang mulai terasa hangat juga bisa menjadi sinyal tubuh membutuhkan asupan cairan lebih banyak. Kondisi tersebut belum tentu menandakan demam.

ADVERTISEMENT

"Kalau memang sudah mulai letih atau mungkin kok tubuhnya lumayan hangat itu lebih baik segera diberikan air putih ataupun elektrolit yang cukup, lalu istirahat agar kembali normal," katanya.

Heni menjelaskan, tanda lain dehidrasi yang sering muncul yakni bibir pecah-pecah, kulit dan tangan terasa lebih kering. Apalagi saat cuaca panas.

"Biasanya bibir pecah-pecah, tangan kering, terus kemudian kulit terasa lebih kering. Nah itu juga tanda kalau tubuh kita kekurangan cairan," jelasnya.

Untuk mencegah dehidrasi, Heni menyarankan masyarakat menjaga kebutuhan cairan harian dengan rutin minum air putih minimal 2 liter per hari. Minuman elektrolit juga bisa dikonsumsi untuk membantu mengganti cairan dan mineral tubuh yang hilang.

Selain cairan, pola makan juga perlu diperhatikan. Ia menyarankan konsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air agar tubuh tetap segar sekaligus mendapat asupan vitamin.

"Kalau buah disarankan yang berair. Jadi selain untuk menghilangkan dahaga juga bisa membantu memenuhi asupan vitamin," tuturnya.

Buah seperti jeruk, melon, dan semangka dinilai baik dikonsumsi saat cuaca panas. Sementara untuk sayuran, Heni menyebut semua jenis sayur baik karena mengandung serat, vitamin, dan antioksidan yang berbeda-beda.

"Semakin bervariasi akan semakin banyak jenis vitamin, mineral, dan antioksidan yang kita asup," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan teratur dan menjaga kebersihan diri. Menurutnya, kebersihan tangan dan makanan yang dikonsumsi turut memengaruhi kondisi imun tubuh.

"Kebersihan diri juga sangat penting karena kadang dari tangan kita atau makanan yang kita konsumsi bisa memicu imunitas turun. Nanti bisa gampang diare, gampang flu," ungkapnya.

Jika tubuh mulai terasa mudah lelah atau imunitas menurun, konsumsi multivitamin juga dapat dipertimbangkan. Namun bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, Heni menyarankan agar berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

"Kalau punya riwayat sakit tertentu pastinya konsultasi dengan dokter. Apakah perlu suplemen tambahan yang wajib dikonsumsi," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads