Dari Mana Limbah Medis yang Ditemukan di Parit Kota Malang?

Dari Mana Limbah Medis yang Ditemukan di Parit Kota Malang?

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 13 Mei 2026 20:50 WIB
Limbah medis di parit pinggir jalan Kedungkandang Kota Malang
Limbah medis di parit pinggir jalan Kedungkandang Kota Malang (Foto: Muhammad Aminudin.detikJatim)
Malang -

Warga di kawasan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dikejutkan dengan temuan limbah medis berupa alat suntik yang berceceran di saluran irigasi. Dinas Kesehatan tengah menelusuri asal muasal dari limbah medis tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan (faskes), terutama puskesmas di bawah naungan pemerintah, sebenarnya sudah memiliki prosedur tetap dalam pengelolaan limbah medis.

Pengelolaan tersebut dilakukan secara reguler melalui kerja sama resmi dengan pihak ketiga yang memiliki spesialisasi dalam pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait temuan limbah yang dibuang sembarangan tersebut, kami masih menyelidiki asal sumbernya. Hingga saat ini memang belum diketahui siapa pemilik atau pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan alat suntik tersebut di saluran irigasi," ujar Husnul saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/5/2026).

Husnul menambahkan bahwa regulasi mengenai penanganan limbah B3 sangatlah ketat. Jika nantinya hasil penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran prosedur oleh faskes.

ADVERTISEMENT

Baik milik swasta maupun pemerintah, pihaknya tidak segan untuk mengambil langkah tegas.

Sementara ini, Husnul menyebut telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna menentukan sanksi atau tindakan selanjutnya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Nanti kita koordinasilah dengan beberapa pihak terkait. Tentu penanganan limbah B3 ini mempunyai regulasi," tegasnya.

Menurut Husnul, keberadaan limbah secara medis seperti alat suntik di tempat umum sangat berisiko bagi masyarakat dan ekosistem.

Limbah medis memiliki banyak varian, mulai dari cairan, residu obat-obatan, hingga alat kesehatan bekas pakai yang bersifat toksik dan infeksius.

Dalam kasus di Bumiayu, temuan sementara diduga kuat merupakan alat suntik yang terbawa aliran air.

"Limbah medis itu bersifat berbahaya dan beracun, sehingga dampak buruknya nyata bagi kesehatan individu maupun kelestarian lingkungan," jelas Husnul.

Mengenai tindak lanjut teknis seperti pengambilan sampel dan uji laboratorium?. Husnul menjelaskan bahwa terdapat pembagian kewenangan antar instansi.

Penanganan limbah B3 yang sudah mencemari lingkungan memerlukan kerja sama lintas dinas, termasuk melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang sebagai pihak yang memiliki wewenang dalam pengawasan dampak lingkungan.

Dinkes mengakui bahwa pengawasan terhadap pembuangan limbah ilegal memiliki tantangan tersendiri. Lokasi pembuangan sering kali dipilih di tempat yang terpencil atau jauh dari keramaian.

Sehingga sulit terpantau secara langsung oleh petugas. Keterbatasan jangkauan untuk memantau setiap pergerakan pembuangan sampah ilegal menjadi kendala utama dalam pencegahan dini kasus serupa.

"Jadi kan artinya dinas-dinas yang terkait dalam hal ini, kan juga tidak bisa memantau pergerakan daripada masyarakat dalam hal sampah. Ini juga memang karena tempatnya (membuang) terpencil, jauh dari keramaian," pungkasnya.

Seperti diberitakan, warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, digegerkan dengan temuan limbah medis berserakan di saluran irigasi. Pasalnya, tumpukan limbah medis berupa jarum suntik berada dekat akses jalan menuju pemukiman setempat.

Pantauan di lokasi, Rabu (13/5/2026), siang, terlihat sejumlah alat suntik tampak masih terbungkus kantong plastik, namun beberapa di antaranya terlihat menyembul keluar di saluran irigasi.

Limbah berbahaya ini diduga kuat terbawa arus aliran air dari hulu hingga akhirnya tersangkut di parit yang berbatasan langsung dengan area perumahan warga.

Adanya limbah medis ini pertama kali muncul saat warga yang melintas mencurigai benda-benda plastik yang hanyut.

Salah satu warga Dwi Frananto, mengungkapkan kekhawatirannya mengingat lokasi penemuan merupakan area terbuka yang sering dilewati oleh masyarakat.

"Tadi kebetulan lewat jalan ini, terus lihat ada suntikan. Tapi enggak tahu ini bekas dipakai atau belum," ujar Dwi kepada wartawan di lokasi, Rabu (13/5/2026).




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads