Viral di media sosial sebuah potongan video yang memperlihatkan salah seorang anggota DPRD Jember asyik bermain game sambil merokok di tengah jalannya Rapat Dengar Pendapat (RDP). Ketua DPRD Jember menyatakan akan segera melakukan klarifikasi dan tidak menutup kemungkinan akan memberikan sanksi.
Sosok dalam video viral yang bermain game dan merokok saat RDP komisi D DPRD Jember itu adalah Syahri Fadil Muzakli, Anggota DPRD Jember dari Fraksi Gerindra. Ia diketahui merupakan wajah baru di gedung parlemen Jember dan baru saja terjun ke dunia politik dan terpilih melalui Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Jember.
Berdasarkan data yang ada, legislator muda tersebut merupakan putra dari tokoh politik nasional, Achmad Fadil Muzakki Syah atau yang akrab disapa Lora Fadil. Sang ayah merupakan mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang mewakili Dapil Jawa Timur III (Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, peristiwa rapat dengar pendapat itu terjadi Senin (11/5/2026). Saat itu sedang berlangsung rapat dengar pendapat yang membahas layanan kesehatan di Kabupaten Jember di Komisi D DPRD Jember.
Dalam rapat itu turut hadir sejumlah pihak terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, BPJS Kesehatan, juga seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jember. Di tengah situasi itulah Syahri diduga enak-enakan memainkan game sambil merokok.
Dalam video viral yang beredar, oknum Syahri tampak sibuk menatap layar ponsel dan menggerakkan jari layaknya sedang bermain game. Di saat yang bersamaan ia juga terlihat memegang rokok padahal forum tersebut berlangsung di dalam ruangan formal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Syahri diduga tengah memainkan Clash of Clans (COC) di ponselnya. Game Clash of Clans atau yang akrab disapa COC adalah game strategi seluler populer besutan Supercell.
Dalam game tersebut, pemain berperan sebagai kepala desa yang bertugas membangun perkampungan, melatih pasukan, dan menyerang desa pemain lain untuk mendapatkan sumber daya seperti gold dan elixir.
Game yang dirilis tahun 2012 ini masih memiliki basis pemain setia karena aspek strateginya yang menuntut konsentrasi tinggi dan manajemen waktu untuk membangun pertahanan (base) agar tidak mudah ditembus lawan. Game ini yang menuntut konsentrasi tinggi ini dimainkan di tengah rapat yang juga seharusnya menuntut anggota DPRD berkonsentrasi.
Menanggapi kejadian ini, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menyampaikan tanggapan. Dia menyampaikan permintaan atas perilaku anggotanya yang viral karena dinilai tidak beretika saat Rapat Dengar Pendapat. Dia memastikan lembaga akan memberikan peringatan dan sanksi.
"Pertama, kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Kita akan proses karena ini menyangkut etika lembaga DPRD," katanya Halim saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).
Halim menyayangkan sikap anggotanya yang dianggap tidak menjunjung tinggi kedisiplinan dan tata krama di ruang sidang. Pihaknya akan segera memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
"Tentu proses itu kita tegur yang bersangkutan karena tidak menerapkan sistem kedisiplinan maupun attitude serta beretika ketika di ruang rapat," ujarnya.
Secara kelembagaan, Halim menyebut kasus ini akan diserahkan kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD). Tujuannya, untuk ditelaah lebih lanjut sesuai tata tertib DPRD Jember.
"Prosesnya nanti akan kita proses di BKD. Secara kelembagaan mungkin akan ada sanksi administrasi atau sanksi disiplin lainnya," paparnya.
Ahmad Halim yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Jember menyatakan Fraksi Gerindra akan mengambil langkah internal. Dia mengakui Syahri yang sedang viral itu merupakan anggota Fraksi Gerindra.
"Kebetulan beliau adalah anggota baru di fraksi kami, otomatis belum pernah mengikuti pendidikan kaderisasi di Hambalang. Tentu nanti akan kami laporkan ke pimpinan (pusat)," tambahnya.
Gerindra, kata Halim, dikenal sebagai partai dengan kedisiplinan tinggi. Oleh sebab itu, ia menjamin adanya konsekuensi organisasi bagi kadernya tersebut.
"Kami akan memproses sesuai ketentuan yang berlaku baik di partai maupun lembaga. Dari partai tentu akan menindak melalui teguran, sanksi administratif, maupun sanksi disiplin keanggotaan," ungkapnya.
Dalam waktu dekat, DPRD Jember akan memanggil anggota tersebut secara resmi. Halim menekankan bahwa permintaan maaf secara publik menjadi poin minimal yang harus dilakukan.
"Bukan hanya saran, kita akan panggil beliau untuk proses klarifikasi. Minimal beliau mau menyampaikan permintaan maaf. Ini akan menjadi catatan bagi kami karena di partai kami menerapkan sistem kedisiplinan yang ketat," tandasnya.
Sebagai informasi, sosok dalam video viral yang bermain game dan merokok saat RDP komisi D DPRD Jember itu adalah Syahri Fadil Muzakli. Anggota DPRD Jember dari Fraksi Gerindra.
