Viral di media sosial sebuah potongan video yang memperlihatkan salah seorang anggota DPRD Jember asyik bermain game sambil merokok di tengah jalannya Rapat Dengar Pendapat (RDP). Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggota dewan tersebut diduga tengah mengoperasikan game Clash of Clans (COC) di ponselnya.
Game Clash of Clans atau yang akrab disapa COC adalah game strategi seluler populer besutan Supercell. Dalam game ini, pemain berperan sebagai kepala desa yang bertugas membangun perkampungan, melatih pasukan, dan menyerang desa pemain lain untuk mendapatkan sumber daya seperti gold dan elixir.
Game yang dirilis tahun 2012 ini, masih memiliki basis pemain setia karena aspek strateginya yang menuntut konsentrasi tinggi dan manajemen waktu untuk membangun pertahanan (base) agar tidak mudah ditembus lawan.
Pria dalam video tersebut diketahui merupakan wajah baru di gedung parlemen Jember. Ia baru saja terjun ke dunia politik dan terpilih melalui Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Jember.
Berdasarkan data yang ada, legislator muda tersebut merupakan putra dari tokoh politik nasional, Achmad Fadil Muzakki Syah atau yang akrab disapa Lora Fadil. Sang ayah merupakan mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang mewakili Dapil Jawa Timur III (Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi).
Sementara itu, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim memberikan tanggapan terkait ulah salah satu anggota DPRD Jember yang viral lantaran dinilai tidak beretika saat Rapat Dengar Pendapat. Halim memastikan, lembaga akan memberikan peringatan dan sanksi.
"Pertama, kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Kita akan proses karena ini menyangkut etika lembaga DPRD," katanya Halim saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).
Halim menyayangkan sikap anggotanya yang dianggap tidak menjunjung tinggi kedisiplinan dan tata krama di ruang sidang. Pihaknya akan segera memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
"Tentu proses itu kita tegur yang bersangkutan karena tidak menerapkan sistem kedisiplinan maupun attitude serta beretika ketika di ruang rapat," ujarnya.
Secara kelembagaan, Halim menyebut kasus ini akan diserahkan kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD). Tujuannya, untuk ditelaah lebih lanjut sesuai tata tertib DPRD Jember.
"Prosesnya nanti akan kita proses di BKD. Secara kelembagaan mungkin akan ada sanksi administrasi atau sanksi disiplin lainnya," paparnya.
Simak Video "Video Tampang Anggota DPRD Jember 'Merokok-Ngegame' Jalani Sidang Etik Gerindra"
(auh/abq)