Kisah tentang 40 hari Yesus dicobai di padang gurun sebelum memulai pelayanan-Nya lebih sering dibicarakan dibanding 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Padahal, masa ini punya makna yang tak kalah penting dalam perjalanan iman Kristen.
Selama periode itu, Yesus Kristus berulang kali menampakkan diri kepada para murid sebagai bukti bahwa Ia sungguh bangkit dan hidup. 40 hari tersebut juga menjadi masa persiapan. Yesus menguatkan para murid dan mengajarkan tentang Kerajaan Allah agar mereka dapat meneruskan pelayanan-Nya sebelum akhirnya naik ke surga.
Apa yang Dilakukan Yesus Setelah Bangkit?
Setelah bangkit dari kematian, Yesus Kristus menghabiskan 40 hari bersama para murid sebelum naik ke surga. Alkitab mencatat bahwa dalam masa ini Ia menunjukkan diri-Nya sebagai bukti kebangkitan, sekaligus mempersiapkan para rasul untuk melanjutkan misi-Nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini tertulis dalam Kisah Para Rasul 1:3:
"Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah."
Baca juga: Apa Beda Wafat dan Kenaikan Yesus Kristus? |
Secara garis besar, ada tiga hal utama yang dilakukan Yesus, berikut penjelasannya melansir dari For The Gospel.
1. Menampakkan Diri sebagai Bukti Ia Hidup
Yesus tidak langsung naik ke surga setelah bangkit. Ia berulang kali menampakkan diri kepada para murid untuk membuktikan bahwa kebangkitan-Nya adalah peristiwa nyata, bukan sekadar penglihatan atau cerita.
Ia hadir di berbagai kesempatan. Kepada para perempuan di kubur, kepada Petrus, kepada dua murid di jalan ke Emaus, hingga kepada para rasul. Bahkan, Ia juga menampakkan diri kepada lebih dari 500 orang sekaligus.
Bukti kebangkitan itu tidak hanya lewat penampakan, tetapi juga tindakan-Nya. Dalam Lukas 24:39-43, Yesus menunjukkan luka-Nya dan makan di depan para murid. Semua ini menegaskan bahwa Ia benar-benar bangkit dan hidup kembali secara fisik.
2. Memberikan Bukti dan Meneguhkan Firman Tuhan
Selain menampakkan diri, Yesus juga membuka pemahaman para murid tentang Kitab Suci. Ia menjelaskan bahwa semua yang terjadi, mulai dari penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya sudah dinubuatkan sebelumnya.
Dalam Lukas 24:27 tertulis, "Lalu Yesus menjelaskan segala sesuatu yang tertulis dalam Kitab Suci mengenai diri-Nya, mulai dari Kitab Musa sampai semua kitab para nabi." Yesus menghubungkan nubuat dari para nabi dengan apa yang telah terjadi pada diri-Nya.
Melalui pengajaran ini, para murid akhirnya mengerti bahwa rencana keselamatan Allah tidak terjadi secara kebetulan. Yesus menegaskan bahwa Firman Tuhan selalu digenapi, dan kebangkitan-Nya adalah bagian dari rencana tersebut.
3. Mengajar tentang Kerajaan Allah dan Mempersiapkan Misi
Selama 40 hari itu, Yesus juga berbicara tentang Kerajaan Allah dan mempersiapkan para murid untuk tugas besar yang akan mereka jalankan. Ia tidak hanya menguatkan iman mereka, tetapi juga memberi arah yang jelas.
Yesus menegaskan bahwa pertobatan dan pengampunan dosa harus diberitakan kepada semua bangsa. Perintah ini kemudian dikenal sebagai Amanat Agung, Matius 28:19-20:
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Namun sebelum pergi, Yesus juga meminta para murid untuk menunggu Roh Kudus yang diutus-Nya untuk mendampingi para murid dan seluruh umat-Nya dalam menjalankan misi tersebut.
Makna Kehadiran Roh Kudus Setelah Yesus Naik ke Surga
Setelah Yesus Kristus naik ke surga, kehadiran Roh Kudus menjadi tanda bahwa Ia tidak benar-benar meninggalkan para murid. Sebaliknya, Roh Kudus hadir sebagai penolong dan penyertaan Allah yang terus bekerja dalam kehidupan orang percaya.
Sebelum kenaikan-Nya, Yesus telah lebih dulu memberi pesan agar para murid tidak bertindak sendiri. Dalam Kisah Para Rasul 1:4-5 tertulis, "Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang - demikian kata-Nya - "telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Artinya, mereka tidak diutus sendirian, melainkan akan diperlengkapi dengan kuasa dari Allah untuk menjalankan misi tersebut. Kehadiran Roh Kudus bukan hanya sebagai penghibur, tetapi juga sumber kekuatan, hikmat, dan keberanian. Melalui Roh Kudus, para murid dimampukan untuk memberitakan Injil, menghadapi tantangan, serta melanjutkan karya keselamatan yang telah dimulai oleh Yesus.
Kapan Kenaikan Yesus Kristus?
Perayaan Kenaikan Yesus Kristus tahun ini jatuh pada Kamis 14 Mei 2026. Hari ini diperingati sebagai momen ketika Yesus naik ke surga, 40 hari setelah kebangkitan-Nya pada Hari Paskah yang dirayakan pada Minggu, 5 April 2026 lalu.
(irb/hil)
