Puluhan mahasiswa di Situbondo menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolres. Mereka mendesak polisi segera mengungkap aktor intelektual kasus penyelundupan 42 ton bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Tuntutan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH) tersebut karena kasus penyelundupan 42 ton BBM bersubsidi jenis solar itu tak ada kelanjutan.
"Penanganan kasus tersebut tidak jelas. Karena yang diungkap bukan aktornya," jelas Ketua Komisariat PMII STAINH, Muhammad Hariri Huzaini dalam orasinya, Senin (11/5/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penangangan kasus penyelundupan solar bersubsidi tersebut menimbulkan banyak pernyataan publik. Karena terduga aktornya tak diungkap hingga saat ini.
"Kuat dugaan penyelundupan BBM solar ini keterlibatan bos mafia besar," imbuhnya.
Selain itu, dalam tuntutan lain para mahasiswa juga mendesak ada keterbukaan dalam penanganan kejadian oknum polisi yang melakukan kekerasan terhadap driver ojok online beberapa kurun silam.
"Jadi kenapa kita melakukan ini ? Karena kami merasa kinerja polisi saat ini kurang baik. Serta perlu ada evaluasi publik," tegasnya.
Ditambahkan lebih lanjut, kasus-kasus yang sedang ditangani Polres Situbondo bisa selesai dengan tepat waktu jika penyelidikan dilakukan dengan serius.
"Semisal penyelidikan itu serius dilakukan dan diniatkan dengan benar-benar, tidak akan lama penyelesaian kasusnya," pungkas Hariri.
Sementara itu, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengapresiasi langkah mahasiswa PMII Komisariat STAINH. Dia mengatakan Polres Situbondo berkomitmen menyelesaikan kasus-kasus yang sedang ditangani secara transparan.
"Kami sepenuhnya mendukung 100 persen terhadap tuntutan-tuntutan yang disampaikan tadi, karena tentunya yang disampaikan itu sebagai kontrol sosial masyarakat kepada kinerja," tandas Bayu Anuwar Sidiqie .
Pantauan di lapangan, para mahasiswa menyampaikan tuntutannya di halaman depan Polres Situbondo. Selain berorasi mereka juga membentangkan sejumlah poster.
