Ngalam Mbois: Arya Ciptakan Sistem Notifikasi Gempa Tanpa Internet

Ngalam Mbois: Arya Ciptakan Sistem Notifikasi Gempa Tanpa Internet

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 11 Mei 2026 11:16 WIB
Arya Dega kenalkan sistem notifikasi gempa tanpa internet.
Arya Dega kenalkan sistem notifikasi gempa tanpa internet. Foto: Istimewa
Malang -

Tantangan komunikasi publik saat terjadi bencana alam masih menjadi isu yang terus dibincangkan. Di tengah tantangan tersebut, seorang warga Malang bernama Arya Dega menghadirkan solusi inovatif agar informasi kebencanaan tetap tersampaikan kepada masyarakat tanpa bergantung pada jaringan internet.

Inovasi yang diberi nama MeshNode WRS (Warning Relay System) ini merupakan sistem notifikasi gempa bumi yang mampu menyebarkan informasi tanpa bergantung sedikit pun pada jaringan internet maupun sinyal seluler.

Arya menjelaskan sistem ini bekerja dengan mengambil data resmi secara langsung dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Setelah data diterima, informasi tersebut kemudian didistribusikan ke pengguna melalui jaringan mesh berbasis teknologi Meshtastic.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keunggulan utama dari sistem ini terletak pada kemampuannya untuk terus beroperasi meskipun infrastruktur komunikasi konvensional seperti BTS atau layanan operator seluler mengalami gangguan total.

"Sistem ini dirancang sebagai jalur alternatif distribusi informasi saat jaringan komunikasi konvensional mengalami gangguan," ujar Arya kepada detikJatim, Senin (11/5/2026).

ADVERTISEMENT

Pendiri Komunitas MeshNode Indonesia ini menegaskan bahwa MeshNode WRS berfungsi sebagai jalur distribusi informasi alternatif, dan bukan merupakan alat peringatan dini mandiri.

Fokus utama pengembangan ini adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan data valid mengenai gempa dan potensi tsunami tepat setelah rilis resmi BMKG keluar. Terutama di wilayah yang terisolasi atau saat jaringan telekomunikasi lumpuh akibat guncangan gempa.

"Sistem ini bukan peringatan dini gempa. Informasi dikirim setelah data resmi dirilis BMKG. Fokus kami adalah memastikan informasi tetap bisa diterima meskipun jaringan internet atau seluler terganggu," tegas Arya.

Sistem notifikasi ini memanfaatkan metode komunikasi antardivisi secara langsung, di mana setiap perangkat berfungsi sebagai node yang saling meneruskan pesan.

Selama terdapat node yang aktif dalam jangkauan, informasi akan terus menyebar secara berantai. Teknologi ini menjadi sangat krusial di wilayah rawan bencana karena sifatnya yang tangguh dan tidak memerlukan biaya berlangganan internet.

Meski diinisiasi dari Malang, pengembangan MeshNode WRS merupakan hasil kolaborasi lintas daerah yang melibatkan pakar teknologi dari Bandung, Padang, hingga Klaten.

Arya bersama tim pengembang seperti Indra Lesmana, Budi Kurniawan, dan Yoga Sakti, terus menyempurnakan sistem distribusi data ini agar dapat diimplementasikan secara lebih luas oleh komunitas di berbagai penjuru Indonesia.

Saat ini, MeshNode Indonesia membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk ikut serta dalam pengembangan teknologi komunikasi darurat ini. Informasi teknis dan panduan mengenai pengoperasian sistem telah disediakan melalui platform diskusi digital serta akun media sosial komunitas.

Melalui gerakan ini, Arya berharap kemandirian komunikasi di tingkat warga dapat terwujud demi meminimalkan risiko kepanikan akibat simpang siurnya informasi saat bencana melanda.

Ngalam Mbois adalah rubrik spesial detikJatim yang mengupas seputar seluk-beluk, capaian, prestasi, dan kelokalan khas yang ada di Malang Raya. Ngalam Mbois tayang setiap hari Senin.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads