Seorang pemuda tanpa identitas ditemukan meninggal diduga tertabrak kereta api di jalur rel wilayah Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/5/2026) pagi. Berdasarkan keterangan masinis, pemuda itu bergeming meski klakson kereta sudah berbunyi.
Jenazah pemuda itu ditemukan warga pukul 08.50 WIB di belakang lapak penjual bunga yang berada tidak jauh dari rel kereta api. Jenazah kemudian dievakuasi petugas ke kamar mayat RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah mendapat laporan, kami dari Polres Probolinggo Kota langsung mendatangi lokasi kejadian. Setelah dilakukan olah TKP, jenazah kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Moh Saleh," kata Iptu Zainullah.
Berdasarkan keterangan masinis Kereta Api Commuter Line Supaspro, peristiwa itu terjadi Jumat (8/5) malam. Saat itu masinis melihat seseorang berada di atas rel KA. Masinis sempat membunyikan klakson sebagai peringatan namun korban tidak bergerak alias bergeming sehingga tertabrak.
Kereta api sempat dihentikan untuk dilakukan pengecekan tetapi kru KA tidak menemukan korban setelah melakukan pencarian selama beberapa menit. Karena itu perjalanan kembali dilanjutkan.
"Barulah tadi pagi jenazah korban ditemukan warga sekitar tepat di belakang lapak penjual bunga. Pada tubuh korban tidak ditemukan identitas, namun terdapat sebuah ponsel yang diduga milik korban," ujarnya.
Polisi menyebut korban diperkirakan berusia sekitar 35 tahun. Hingga kini identitas korban masih belum diketahui.
"Ponsel yang ditemukan pada korban nantinya akan kami periksa lebih lanjut. Kami juga sudah menanyakan kepada warga sekitar apakah ada yang kehilangan anggota keluarganya. Semoga identitas korban segera terungkap," imbuhnya.
Seorang saksi mata bernama Suratman yang merupakan penjual bunga di sekitar lokasi mengatakan korban pertama kali diketahui keponakannya pada Sabtu pagi.
"Tadi pagi ponakan saya lihat ada orang tergeletak di dekat rel. Tidak tahu orang mana," ujar Suratman.
Ia mengaku sempat melihat ciri-ciri korban yang mengenakan pakaian berwarna abu-abu dan membawa sebuah ponsel Android.
"Orangnya rapi, bukan orang dengan gangguan jiwa. Potongan rambutnya juga rapi," katanya.
(ihc/dpe)
