Dugaan Pelecehan Libatkan Gus Idris Naik Penyidikan

Dugaan Pelecehan Libatkan Gus Idris Naik Penyidikan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 09 Mei 2026 14:15 WIB
Kasat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Satres PPA) Polres Malang, AKP Yulistiana Sri Iriana
Kasat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Satres PPA) Polres Malang, AKP Yulistiana Sri Iriana (Foto: Muhammad Aminudin/ detikjatim)
Malang -

Kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) menyeret konten kreator dan pendakwah Muhammad Idris Al-Marbawy naik ke proses penyidikan. Polisi terus mendalami perkara ini, untuk melengkapi alat bukti.

"Untuk perkara Gus Idris, prosesnya sudah tahap sidik," ujar Kasat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Satres PPA) Polres Malang AKP Yulistiana Sri Iriana kepada detikJatim, Sabtu (9/5/2026).

Yulistiana membeberkan, tahap penyidikan dalam perkara Gus Idris ditetapkan, setelah penyidik menemukan adanya bukti permulaan. Terkait dugaan adanya Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang dilaporkan korban sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Naik tahap sidik artinya, penyidik sudah menemukan adanya tindak pidana dalam perkara itu," bebernya.

ADVERTISEMENT

Yulistiana menyebut, bahwa dugaan tindak pidana kekerasan seksual dalam perkara tersebut, bukan hanya secara verbal. Penyidik juga menemukan indikasi yang mengarah kepada perbuatan fisik.

"Ini kan perkara TPKS, bukan hanya verbal tetapi fisik. Itu permulaan adanya dugaan tindak pidana yang ditemukan," sebutnya.

Meski begitu, Yulistiana mengaku serangkaian proses penyidikan masih terus dilakukan untuk menemukan alat bukti adanya tindak pidana itu. Dengan adanya alat bukti, penyidik bisa menetapkan tersangka.

"Kalau tersangka belum, masih proses penyidikan. Nanti hasilnya kita lakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka," tegasnya.

Seperti diberitakan, sejumlah model perempuan mengaku mengalami dugaan TPKS saat menerima job pemeran dalam konten sumpah pocong yang dibuat Gus Idris. Salah satu terduga korban mengungkapkan pengalaman pahitnya melalui akun media sosialnya @sovinovitav.

"Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema 'sumpah pocong'," demikian tulisnya di akun media sosialnya.

Gus Idris sendiri telah membantah tuduhan yang viral di media sosial itu. Gus Idris juga mengaku akan kooperatif jika perkara itu dibawa ke ranah hukum.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads