6 Calon Haji Tulungagung Meninggal Sebelum Berangkat

6 Calon Haji Tulungagung Meninggal Sebelum Berangkat

Adhar Muttaqin - detikJatim
Kamis, 07 Mei 2026 23:45 WIB
Ribuan jemaah calon haji Tulungagung ikuti pelepasan di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung
Ribuan jemaah calon haji Tulungagung ikuti pelepasan di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Enam jemaah calon haji Tulungagung meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Kursi jemaah yang kosong digantikan oleh cadangan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani, mengatakan tahun ini jumlah jemaah yang akan diberangkatkan ke tanah suci mencapai 1.179 orang. Rinciannya 1.161 orang jemaah reguler, 12 orang petugas kloter, 5 orang Petugas Haji Daerah (PHD) dan satu orang pembimbing KBIHU.

"Jemaah Tulungagung tergabung dalam delapan kloter, tiga kloter regular berisi jemaah Tulungagung yaitu 102-104, sedangkan sisanya gabungan," kata Suryani, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya para jemaah calon haji tersebut terdapat enam orang yang dipastikan batal berangkat karena meninggal dunia. Salah satunya jemaah asal Sumbegempol yang meninggal pada hari ini di rumah sakit.

"Jika pasangan yang meninggal hari ini menyatakan tidak berangkat berarti jumlah yang batal berangkat tahun ini ada tujuh orang," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian kuota 1.179 dipastikan akan tetap terisi penuh, karena akan digantikan oleh calon lain sesuai nomor urut porsi haji Jawa Timur.

Seluruh jemaah asal Tulungagung saat ini telah melakukan persiapan akhir dan tinggal menunggu keberangkatan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Hari ini dilakukan pelepasan jemaah di Pendapa Tulungagung oleh Pak Bupati," imbuhnya.

Suryani menambahkan, dari data di Kemenhaj Tulungagung jemaaah termuda Mahmud Ahmad Reza (18 tahun) dari Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol. Sementara itu jemaah tertua Samadi (96) warga Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, mengatakan dari hasil pemeriksaan kesehatan jumlah jemaah calon haji yang diberangkatkan ke Arab Saudi dalam kondisi sehat dan bisa menjalankan rangkaian rukun haji.

"Untuk jemaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti) ada 365 orang, termasuk lansia. Artinya ada 31,6 persen. Tapi itu sudah kami petakan dan akan didampingi oleh dokter dan perawat kami," kata Desi.

Dijelaskan para jemaah yang masuk kategori risti rata-rata memiliki penyakit bawaan, di antaranya hipertensi, ganguan jantung, diabetes melitus dan beberapa penyakit lainnya.

"Mereka juga didampingi obat untuk menjaga kesehatannya," imbuhnya.

Ribuan jemaah calon haji Tulungagung rencananya akan diberangkatkan ke tanah suci melalui kloter akhir dari embarkasi Juanda.

Dikonfirmasi terpisah salah satu calon haji, Mesinah (55) warga Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang, mengakuw bersyukur bisa ikut berangkat tahun ini. Pihaknya mengaku sempat tertunda selama empat tahun akibat jatuh.

"Seharusnya saya diberangkatkan tahun 2022. Tapi karena saya sakit, jatuh di rumah, jatuh di pintu begitu, akhirnya saya berangkat tahun 2026 ini," ujarnya.

Saat itu kondisi kesehatannya tidak memungkinkan karena bagian kakinya harus dipasang pen dari lutut sampai pinggul. "Saya harus nunggu pennya dicopot tahun 2025," imbuhnya.

Mesinah mengaku saat ini ia akan berangkat dengan menggunakan kursi roda dengan didampingi langsung oleh suaminya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads