Korban terakhir insiden perahu pengangkut besi tua yang tenggelam di perairan Gresik akhirnya ditemukan. Jasad ABK atas nama Ajib ditemukan sekitar 10,5 km dari lokasi kejadian. Dengan demikian, total korban tewas akibat insiden ini berjumlah tiga orang.
Tim SAR gabungan menemukan jasad Ajib pada Rabu (6/5/2026) pagi. Mereka telah mencari Ajib selama empat hari.
Kepala BPBD Gresik Sukardi menjelaskan, penemuan jasad korban berawal dari laporan kapal yang melintas di sekitar perairan tersebut. Tim kemudian bergerak cepat menuju titik yang dimaksud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menindaklanjuti informasi dari kapal yang melintas. Kami kemudian bergerak mengkroscek laporan itu," beber Sukardi.
Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 08.15 WIB. Dari hasil identifikasi, jasad yang ditemukan dipastikan merupakan Ajib, warga Desa Kramat Inggil, Kecamatan Kota.
"Dalam kondisi meninggal dunia, jasad korban sudah kami serahkan kepada pihak keluarga," paparnya.
Dengan ditemukannya Ajib, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh korban dalam insiden tersebut telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
"Operasi SAR resmi ditutup dengan hasil seluruh korban telah ditemukan, dari lima korban, hanya dua yang berhasil selamat. Sedangkan tiga orang meninggal dunia," kata Sukardi.
Sementara itu, Kasatpolairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita mengungkapkan kronologi awal kejadian. Perahu tersebut berangkat dari wilayah Kelurahan Lumpur menuju Pelabuhan Kamal, Madura.
"Membeli besi tua, dengan muatan kurang lebih tiga ton," jelasnya.
Perahu diketahui membawa lima ABK saat berangkat sekitar pukul 15.00 WIB dan kembali pada pukul 19.00 WIB sebelum akhirnya mengalami kecelakaan di perairan depan pelabuhan umum Gresik. Dua korban selamat saat ini masih menjalani perawatan.
Diberitakan sebelumnya, perahu pengangkut besi tua tersebut dilaporkan tenggelam di perairan Gresik pada Sabtu (2/5). Insiden itu menyebabkan tiga orang hilang dan dua lainnya selamat.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan lebih dulu menemukan dua korban, yakni Sukir dan Halimi, dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan Ajib sebagai korban terakhir memastikan total korban tewas dalam insiden ini menjadi tiga orang.
