Tata Cara Sai dari Safa ke Marwah Beserta Bacaan Doa Lengkapnya

Tata Cara Sai dari Safa ke Marwah Beserta Bacaan Doa Lengkapnya

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Rabu, 06 Mei 2026 07:00 WIB
Umat Islam melakukan Sai (berjalan dari bukit Shafa menuju bukit Marwah) saat mengikuti ibadah umroh di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (26/10/2022). Ibadah umroh merupakan ibadah ziarah ke kota Mekkah dengan melaksanakan beberapa amalan mulai dari niat atau ihram, tawaf, sai hingga diakhiri dengan memotong rambut atau tahalul. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym.
Umat Islam melakukan sai, berjalan dari bukit Shafa menuju bukit Marwah. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Surabaya -

Sai merupakan salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan haji yang dilakukan dengan berjalan bolak-balik antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Amalan ini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi sarat makna spiritual yang meneladani perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk putranya, Nabi Ismail.

Dilansir dari detikHikmah, sejumlah ulama, termasuk Imam Syafi'i, Maliki, dan Hanbali sepakat bahwa sai termasuk rukun haji. Bahkan, Imam Hanafi berpendapat bahwa sai adalah wajib haji yang tidak membatalkan haji apabila tidak dilaksanakan, tetapi tetap menyebabkan dam atau denda.

Agar pelaksanaannya sah dan lebih khusyuk, jemaah perlu memahami tata cara sai dari Safa ke Marwah secara benar, lengkap dengan bacaan doa yang dianjurkan di setiap titik perjalanan. Berikut panduan lengkap yang bisa menjadi referensi saat menjalankan sai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Tata Cara Sai

Dikutip dari "Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah" serta "Buku Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah" terbitan Kementerian Agama RI, berikut tata cara sai yang harus diperhatikan jemaah haji.

1. Dimulai dari Bukit Safa dan Berakhir di Bukit Marwah

Jemaah dapat melaksanakan sai setelah melakukan tawaf ifadah. Sai dimulai dari Bukit Safa menuju Bukit Marwah dengan berjalan biasa, tetapi jemaah lelaki disunahkan berjalan cepat atau berlari-lari kecil di titik tertentu sepanjang lampu hijau. Sementara jemaah perempuan tidak disunahkan untuk berlari-lari kecil.

2. Menyempurnakan Tujuh Kali Perjalanan

Perjalanan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah dan sebaliknya dihitung satu kali perjalanan. Pengerjaan sai dilakukan secara berturut-turut (muwalat) tanpa berhenti kecuali ada uzur.

3. Membaca Ayat Al-Qur'an dan Berdoa

Dalam perjalanan antara Bukit Safa dan Bukit Marwah, jemaah haji disunahkan berzikir kepada Allah SWT, membaca ayat-ayat Al-Qur'an, dan berdoa untuk keselamatan dunia akhirat.

Bacaan Doa Sai

Bacaan doa saat melaksanakan sai dari Safa ke Marwah menjadi amalan penting yang dianjurkan untuk menambah kekhusyukan dalam ibadah haji maupun umrah. Meski tidak ada doa yang benar-benar wajib, jemaah dianjurkan memperbanyak dzikir, takbir, dan permohonan kepada Allah di setiap perjalanan antara dua bukit tersebut sebagai bentuk penghayatan atas makna spiritual di balik ibadah sai.

1. Doa Ketika Pertama Kali Mendekati Safa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَرَسُولُهُ إِنَّ الصَّفَا والْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أو اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأَ بِمَا بَدَأ اللَّهُ بِهِ وَرَسُولُهُ

Arab Latin: Bismillahirrahmaanirrahiim wa rasuluh. Innash shofaa wal marwata min sya'airillah, fa man hajjal baita awi' tamara falaa junaaha 'alaihi an yat thouwwada bihimaa, wa man tathouwwa'a khoiron fa innallaha syaakirun 'aliim. Abda'u bimaa bada'allahu bihi wasuluh.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui. Aku memulai sai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai.

2. Doa di Atas Bukit Safa Ketika Menghadap Ka'bah

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. اَللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا الْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا. لَا إِلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لاَشَريكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْيْ قَدِيْرٌ. أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَالْحَمْدُ لله رب العالمين

Arab Latin: Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar walilahil hamd. Allahuakbar 'alaa maa hadaanal hamdullahi 'alaa maa aulaana. Laa ilaaha illallahu wahdahulaa syariikalah, lahulmulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai'in qodiir. An jaza wa'dahu wa nashara 'abdahu wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illallahu walaa na'budu illa iyyahu muhlisiina lahuddaina wa laukarihal kaafiruuna walhamdulillahi robbil 'alamiin.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.

3. Doa Setiap Mendekati Safa dan Marwah

إنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَواعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطْوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Arab Latin: Innash shafaa wal marwata min sya'airillah, fa man hajjal baita awi'tamara fa laa junaaha 'alaihi an yath thawwafa bihimaa wa man tathawwa'a khairan fa innallaha syaakirun 'aliim.

Artinya: Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.

4. Doa di Antara Dua Pilar Hijau/Sepanjang Lampu Hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأُخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab Latin: Rabbighfir warham wa'fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta'lam innaka ta'lamu maa laa na'lamu. Allahummaghfir warham innaka antal aa'azzul akram. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqina adzaa bannaar.

Artinya: Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), sesungguhnya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka.

5. Doa di Bukit Marwah setelah sai

اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانَ وَالْإِسْلَامِ الكَامِل جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِيْ وَارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مالايَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسَنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Arab Latin: Allahumma rabbanaa taqabbal minna wa'aafinaa wa'fu 'anna, wa 'alaa tha'atika wa syukrika a'inna, wa 'alaa ghairika laa takilnaa wa 'alaal iimani wal islaamil kaamili jamii'an tawaffanaa wa anta raadhin 'annaa. Allahummarhamnii bitarkil ma'aasii abadan maa abqaitanii warhamnii an atakallafa maa laa ya'niinii warzuqnii khusnan nadhori fiimaa yurdhiika 'annaa yaa arhamar raahimiin.

Artinya: Ya Allah kami mohon terimalah doa dan amalan kami, lindungi dan ampunilah kami berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam Islam yang sempurna dalam keridhaan-Mu. Ya Allah rahmatilah diri kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatlah diri kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kepada kami keridhaan-Mu. Wahai Tuhan yang bersifat Maha Pengasih Yang Penyayang.

Setelahnya, Apakah Perlu Tahalul?

Tahalul atau mencukur atau memotong rambut perlu dan wajib dilakukan setelah rangkaian tawaf ifadah dan sai untuk menyempurnakan ibadah haji. Tahalul ini disebut sebagai Tahalul Tsani.

Begitu rambut dipotong, maka semua larangan ihram (termasuk larangan berhubungan suami-istri) menjadi boleh kembali atau berakhir sepenuhnya. Jemaah belum selesai melaksanakan rukun haji jika belum melakukan potong rambut setelah tawaf ifadah dan sai.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads