Bahaya Juice Jacking, Ancaman Pencurian Data Saat Isi Daya HP

Bahaya Juice Jacking, Ancaman Pencurian Data Saat Isi Daya HP

Chilyah Auliya - detikJatim
Selasa, 05 Mei 2026 14:00 WIB
Ilustrasi hacker.
Ilustrasi hacker. Foto: Getty Images/Witthaya Prasongsin
Surabaya -

Di era digital seperti sekarang, gawai dan laptop sudah menjadi kebutuhan utama dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja hingga mencari hiburan. Namun, masalah klasik kerap muncul ketika baterai perangkat habis saat sedang berada di luar rumah.

Melihat deretan port USB gratis di bandara, stasiun, atau kafe memang terasa sangat membantu. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada ancaman siber yang perlu diwaspadai, yaitu juice jacking. Tanpa disadari, port USB yang tampak aman bisa menjadi celah bagi peretas untuk mencuri data pribadi pengguna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Juice Jacking?

Secara sederhana, juice jacking adalah metode peretasan yang memanfaatkan port USB publik untuk menyusupkan program jahat (malware) atau mencuri data dari perangkat.

Istilah ini berasal dari kata juice yang berarti daya listrik, dan jacking yang berarti pembajakan. Banyak orang tidak menyadari bahwa kabel USB tidak hanya berfungsi untuk mengisi daya, tetapi juga memiliki jalur khusus untuk transfer data. Celah inilah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

ADVERTISEMENT

Pelaku dapat memodifikasi port USB di tempat umum atau menggunakan kabel tertentu agar perangkat yang terhubung langsung berinteraksi dengan sistem penyimpanan. Dengan cara ini, data bisa diakses tanpa sepengetahuan pengguna.

Ancaman ini bukan sekadar teori. Fenomena juice jacking pertama kali diperkenalkan dalam konferensi keamanan siber DefCon 2011, yang menunjukkan bagaimana kios pengisian daya palsu dapat langsung berinteraksi dengan perangkat saat dicolokkan.

Modus Juice Jacking yang Perlu Diwaspadai

Peretas memiliki berbagai cara untuk mengeksploitasi perangkat melalui port USB publik. Berikut beberapa modus juice jacking yang umum terjadi, sehingga perlu diwaspadai.

1. Pencurian Data

Dalam waktu singkat, data penting seperti kontak, foto, email, hingga informasi perbankan dapat disalin dari perangkat.

2. Penyusupan Malware

Perangkat bisa disusupi virus atau spyware yang bekerja diam-diam di latar belakang untuk memantau aktivitas pengguna.

3. Keylogger

Pelaku dapat memasang perangkat lunak yang merekam setiap ketikan, termasuk password dan PIN.

4. Ransomware

Data di perangkat dapat dikunci atau dienkripsi, lalu pengguna diminta membayar tebusan untuk mengaksesnya kembali.

5. Akses Jarak Jauh

Dalam kasus ekstrem, peretas bisa mengendalikan perangkat dari jarak jauh, termasuk melacak lokasi hingga mengaktifkan kamera dan mikrofon.

Cara Mencegah Juice Jacking

Meski terdengar mengkhawatirkan, risiko juice jacking sebenarnya bisa diminimalkan dengan langkah sederhana dan kebiasaan yang lebih waspada. Beberapa langkah pencegahan berikut dapat dilakukan untuk melindungi data pribadi sekaligus menjaga keamanan perangkat saat mengisi daya di tempat umum.

  • Gunakan kepala charger sendiri. Colokkan langsung ke stopkontak listrik untuk menghindari transfer data.
  • Gunakan power bank. Sumber daya pribadi lebih aman karena tidak melibatkan pihak ketiga.
  • Gunakan USB data blocker. Alat ini memutus jalur data dan hanya mengalirkan listrik.
  • Gunakan kabel charge-only. Kabel jenis ini tidak memiliki jalur transfer data.
  • Pilih mode "hanya isi daya". Tolak permintaan akses data saat muncul notifikasi.
  • Rutin update sistem operasi. Pembaruan sistem biasanya membawa patch keamanan terbaru.

Tanda Perangkat Terkena Juice Jacking

Tidak semua serangan juice jacking langsung terlihat secara kasat mata. Namun, ada beberapa tanda yang bisa menjadi indikasi bahwa perangkat telah disusupi setelah digunakan untuk mengisi daya di tempat umum.

Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk lebih peka terhadap perubahan yang terjadi pada ponsel. Waspadai beberapa gejala berikut yang bisa menjadi tanda perangkat terkena juice jacking.

  • Baterai cepat habis tanpa sebab jelas.
  • Perangkat terasa panas meski tidak digunakan.
  • Muncul aplikasi asing.
  • Performa menjadi lambat atau sering lag.

Langkah Darurat Jika Terlanjur Terkena

Jika sudah curiga perangkat telah terinfeksi juice jacking, jangan panik, tetapi juga jangan menunda penanganan. Semakin cepat langkah darurat dilakukan, semakin besar peluang untuk mencegah pencurian data yang lebih luas atau kerusakan sistem. Segera lakukan beberapa langkah berikut.

  • Aktifkan mode pesawat dan cabut kabel.
  • Pindai perangkat dengan antivirus terpercaya.
  • Ganti password akun penting melalui perangkat lain.
  • Lakukan factory reset jika diperlukan.

Kemudahan sering kali berbanding lurus dengan risiko. Dalam dunia yang serba terhubung, kewaspadaan saat menggunakan fasilitas publik menjadi hal penting untuk melindungi data pribadi.

Menghindari penggunaan port USB sembarangan dan memilih sumber daya yang aman dapat mencegah kerugian besar akibat pencurian data. Jadi, pastikan selalu berhati-hati saat mengisi daya perangkat di tempat umum.




(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads