Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
MUF (23) ditemukan tewas karena bunuh diri di dalam kamar kosnya di Ngoro, Mojokerto. Dua hari terakhir, pemuda asal Tulungagung ini sempat dicari-cari oleh pacarnya.
Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi menuturkan, tewasnya korban baru diketahui pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB. Sebab para tetangga kos korban mencium bau busuk. Setelah ditelusuri, rupanya aroma tak sedap itu dari kamar korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu tetangga korban bernama Tri Sulistiya (34) memberanikan ke kamar korban namun dalam kondisi terkunci dari dalam. Ia lantas membuka kunci pintu melalui sela jendela kamar dan menemukan korban sudah tak bernyawa.
"Saksi (Tri) melihat korban sudah meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di pintu kamar mandi di dalam kamar kos," terangnya kepada detikJatim, Senin (4/5/2026).
Selanjutnya, pemilik kos, Sukarlin Budi Astutik (55) melapor ke Polsek Ngoro. Dari laporan itu tersebut Tim Inafis Polres Mojokerto tak lama datang ke lokasi.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk divisum. Sedangkan Tim Inafis melakukan olah TKP di dalam kamar kos korban.
Hasilnya, polisi menemukan barang bukti berupa tali rafia yang dipakai korban gantung diri, 1 lembar surat wasiat, 1 surat gadai, dompet berisikan identitas dan uang tunai milik korban, 1 ponsel, serta ember merah yang dijadikan pijakan.
Menurut Heru, korban terakhir kali terlihat oleh tetangga kosnya pada Jumat (1/5) sekitar pukul 17.00 WIB. Waktu itu, korban masuk ke dalam kamar kosnya setelah pulang bekerja. Setelah itu, korban tak pernah keluar dari kamar kosnya.
Berdasarkan keterangan pemilik kos, korban sempat dicari-cari oleh pacarnya, FTR sejak Minggu (3/5). Karena ponsel korban tidak bisa dihubungi sejak Jumat (1/5).
"Saat itu, pemilik kos menyampaikan kepada pacar korban kalau korban tidak ada di kos. Karena pintu kamar kos tertutup dan lampu kamar mati," jelasnya.
Pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB, tambah Heru, FTR kembali menghubungi pemilik kos untuk menanyakan keberadaan pacarnya. Pertanyaan FTR akhirnya terjawab sekitar 1 jam kemudian.
"Sekira pukul 06.30 WIB diketahui korban sudah meninggal dunia dalam keadaan gantung diri," tandasnya.
(auh/abq)
